Gambar 48 Apoteker Baru UIN Alauddin, Rektor Tekankan Integritas Profesi

48 Apoteker Baru UIN Alauddin, Rektor Tekankan Integritas Profesi

UIN Alauddin Online — Menjadi apoteker bukan sekadar tentang menguasai obat dan dosis. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, lulusan profesi kesehatan juga dituntut menjaga integritas dan menjadikan kompetensi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam prosesi pengambilan sumpah 48 apoteker baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar. Mereka merupakan lulusan angkatan ketiga Program Studi Profesi Apoteker UIN Alauddin Makassar.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menekankan bahwa apoteker memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan penggunaan obat yang tepat, mulai dari dosis hingga proses penyiapannya. Menurutnya, kompetensi tersebut perlu berjalan bersama nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari pendidikan di UIN Alauddin Makassar.


Pesan tentang profesionalitas juga disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Prof. Dr. apt. Gemini Alam, M.Si. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Apoteker, kata dia, tidak bekerja sendiri, tetapi perlu membangun komunikasi dan kerja sama dengan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

Selain kompetensi profesi, Gemini mengingatkan tanggung jawab apoteker dalam memastikan keamanan dan ketepatan penggunaan obat, termasuk berkaitan dengan dosis, masa kedaluwarsa, penyimpanan, hingga pemusnahan obat.

Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan peneguhan amanah profesi yang harus dijalankan dengan integritas.

“Di era AI sekarang ini, semua akan berubah, semua bisa terganti. Tetapi yang tidak tergantikan adalah integritas kita sebagai seorang tenaga kesehatan,” tegasnya.


Dari 48 apoteker yang dikukuhkan, Apt. Fatimah, S.Farm. tercatat sebagai lulusan terbaik Program Studi Profesi Apoteker Angkatan III. Ia menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, meraih predikat cumlaude, dalam masa studi 11 bulan 24 hari.

Menutup pesannya, Dewi berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa ilmu dan profesinya untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah apoteker yang ilmunya mencerdaskan, pelayanannya menyehatkan, dan hidupnya membawa keberkahan.”

Previous Post Tim Riset UIN Alauddin Kembangkan MBG Net, Aplikasi Pemantauan Program Makan Bergizi Gratis
Next Post KKN UIN Alauddin Edukasi Anti-Bullying, Ajak Siswa SDN 81 Kalukubodo Berani Cegah Perundungan