Gambar Puisi Isra' Miraj

Suasana duka menyelimuti Sang Nabi,
Tuhan tak membiarkannya larut dalam nestapa.

Dia dipanggil dengan panggilan mulia,
Israk Mikraj, perjalanan menuju hadirat-Nya.
Nabi saw. menyaksikan kebesaran-Nya yang tiada tara,
serta luasnya jagat raya sebagai tanda kuasaan-Nya.

Israk Mikraj, wisata rabbani dalam tuntunan Jibril,
dari Masjidilharam menuju Masjidilaksa yang jauh.
Di Masjidilharam berlangsung penyucian hati,
pelajaran menghadap Yang Maha suci
Seharusnya hati disucika jebih dahulu.

Di Baitulmaqdis Nabi bersua dengan para rasul terdahulu,
tempat suci yang dimuliakan semua agama samawi,
pertanda bahwa risalah beliu penyempurnaan risalah sebelumnya.

Mikraj, perjalanan menembus langit,
hingga Sidratul Muntaha.
Memenuhi panggilan Sang Pencipta,
Menerima perintah salat
dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Puncak kebahagiaan seorang hamba
adalah berada dalam dekapan kasih Ilahi,
bermunajat tanpa perantara.
Laksana api dengan panasnya,
garam dengan asinnya,
atau gula dengan manisnya.

Sebagai hamba, ingin tenggelam dalam keabadian cinta-Nya;
namun sebagai khalifah di masih ingin turun di bumi,
Nabi harus kembali mengemban amanah,
memakmurkan bumi
agar menjadi tempat yang damai dan nyaman
bagi seluruh makhluk tanpa kecuali.

Nabi mengingatkan umatnya
agar tidak dikuasai sifat serakah.
Bumi ciptaan-Nya telah lebih dari cukup
untuk memenuhi kebutuhan semua makhluk,
tetapi tak akan pernah cukup
bagi hati yang dikuasai kerakusan.

Salat adalah puncak anugerah ilahi
Dibawa Nabi dari hadirat Tuhannya.
Salat adalah mikraj bagi orang-orang beriman,
menjauhkan diri dari kemungkaran,
menundukkan loba dan tama',
Mengingatkan hamba
kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Wassalam.
Kompleks GFM, 1 Juli 2026