Pertemuan dua massa air laut yang tidak menyatu (fenomena halocline) memang menjadi salah satu bahasan menarik yang menghubungkan sains dengan teks kitab suci. fenomena ini telah djelaskan dalam Al- Qur'an pada 14 abad yang lalu. Dalam Al-Qur'an, fenomena ini disebutkan dalam surah utama:
Surah Ar-Rahman (55) Ayat 19-20Ini adalah ayat yang paling spesifik menggambarkan adanya "pembatas" di antara keduanya.مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ"Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing."
Data Sains Ketidakmenyambungnya dua massa air tersebut (seperti yang sering terlihat di Selat Gibraltar atau Teluk Alaska) disebabkan oleh perbedaan:
- Densitas (Massa Jenis): Perbedaan kadar garam (salinitas) membuat berat jenis air berbeda. Air yang lebih asin atau lebih dingin memiliki densitas yang lebih besar (lebih berat). Sebaliknya, air yang lebih tawar atau lebih hangat memiliki densitas yang lebih kecil (lebih ringan).Ketika dua laut bertemu (seperti Samudra Atlantik dan Laut Tengah di Selat Gibraltar), keduanya memiliki profil densitas yang berbeda. Air Laut Tengah lebih asin dan lebih padat daripada air Atlantik.
- Temperatur: Perbedaan suhu mempengaruhi molekul air untuk saling bercampur secara instan.Di titik pertemuan, sering kali terdapat perbedaan suhu yang kontras. Misalnya, satu massa air mungkin lebih hangat karena berasal dari daerah khatulistiwa, sementara yang lain lebih dingin.Perbedaan suhu ini menciptakan lapisan-lapisan air. Air hangat akan cenderung tetap di atas, sementara air dingin di bawah. Karena perbedaan suhu ini menjaga densitas tetap berbeda, proses pencampuran (mixing) menjadi sangat lambat.
- Tegangan Permukaan: Air dari laut yang berbeda memiliki gaya tarik permukaan yang berbeda pula, sehingga seolah-olah ada dinding tipis yang memisahkan keduanya. Al-Qur'an menyebutnya sebagai Barzakh (pembatas).
Kritik Sains Secara kritis, menurut hukum fisika, dua zat cair yang bertemu pasti akan mengalami difusi (pencampuran). Sains juga menyoroti bahwa perbedaan densitas antar massa air adalah fenomena global yang umum, bukan keajaiban lokal di satu-dua tempat saja.
Seluruh sirkulasi laut global (Sabuk Konveyor Besar) justru digerakkan oleh perbedaan densitas ini (thermohaline circulation). Jika air benar-benar tidak bisa bercampur sama sekali, ekosistem laut global justru akan kolaps karena nutrisi dan oksigen tidak akan terdistribusi. Tanpa adanya pembatas tak kasat mata ini, seluruh lautan di dunia akan memiliki suhu dan kadar garam yang seragam (homogen), dan itu akan menghancurkan ekosistem laut.
Humor Sains - Laut Tengah: "Maaf ya, kamu terlalu hambar buat aku."- Samudra Atlantik: "Dih, kamu aja yang terlalu asin (salty), makanya nggak ada yang mau nyampur!"- Air Arus Dingin: "Eh, kecilin dikit suhunya, gerah nih!"- Air Arus Hangat: "Nggak bisa, ini sudah pas. Kamu kalau nggak suka, ya jangan nyampur!"
(*)
Alat AksesVisi