Istilah "Al-Masjur" secara bahasa berarti sesuatu yang dinyalakan atau dipanaskan hingga meluap. Di masa lalu, ayat ini sering membuat orang bertanya-tanya bagaimana mungkin air yang begitu banyak bisa bersatu dengan api. Fenomena  ini telah djelaskan dalam Al- Qur'an pada 14 abad yang lalu.

Surah At-Thur (52) Ayat 6
وَٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ
Wal-baḥril-masjūr.
"Dan laut yang di dalam tanahnya ada api".

Ayat ini merupakan bagian dari sumpah Allah di awal Surah At-Tur. Allah bersumpah demi fenomena-fenomena alam yang luar biasa (seperti Gunung Sinai dan Laut yang dipanaskan) untuk menegaskan bahwa hari pembalasan itu pasti akan terjadi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa apa yang dianggap "mustahil" (api di dalam air) secara ilmiah ternyata memiliki mekanisme geologi yang nyata. Al-Qur'an menggunakan istilah yang sangat visual untuk menggambarkan kondisi yang baru bisa dibuktikan secara empiris oleh kapal selam canggih di era modern.

Data Sains
Hingga pertengahan abad ke-20, manusia menganggap dasar laut itu dingin membeku. Namun, eksplorasi samudera menemukan Mid-Ocean Ridges (Pematang Tengah Samudera).
- Magma Bawah Laut : Di celah-celah lempeng tektonik dasar laut, magma cair keluar dengan suhu mencapai ribuan derajat Celcius. ): Di dasar samudra terdapat rekahan-rekahan lempeng bumi di mana magma panas keluar. Meskipun berada di bawah tekanan air yang sangat dingin, magma tersebut tetap membara dan memanaskan air di sekitarnya.
- Hydrothermal Vents : Ada lubang-lubang yang menyemburkan air super panas dan mineral, yang tampak seperti asap hitam di dasar laut yang gelap. : Adanya lubang-lubang hidrotermal yang menyemburkan air panas bersuhu ratusan derajat Celcius yang berasal dari aktivitas vulkanik di bawah kerak samudra
- Keseimbangan : Air laut yang sangat banyak tidak mampu memadamkan api magma tersebut, dan panas magma yang luar biasa tidak mampu menguapkan seluruh air laut. Keduanya "bertetangga" dalam keseimbangan yang ekstrem.

Kritik Sains
Secara teknis, yang ada di dasar laut adalah magma atau batuan cair panas, bukan api hasil pembakaran oksigen (seperti api unggun). Api memerlukan oksigen bebas, sedangkan di dasar laut yang sangat dalam, oksigen sangat terbatas. Jadi, istilah "api" di sini lebih tepat dimaknai sebagai energi panas yang membara.
Fenomena ini bukan "keajaiban lokal" di satu titik saja, melainkan fitur geologis global yang terjadi di sepanjang batas lempeng tektonik (seperti di Samudera Atlantik dan Pasifik).

Humor Sains
Si Air vs Si Api di Dasar Laut
- Air: "Bro, aku ini zat pemadam paling oke sedunia. Kamu mending pergi deh."
- Magma: "Masalahnya, aku ini datang langsung dari inti Bumi. Aku panasnya moody banget."
- Fisika: "Tenang, tenang... Kalian berdua jangan berantem. Aku sudah buatkan aturan Leidenfrost dan tekanan hidrostatik. Air nggak bakal uap semua, api nggak bakal mati.

(*)