Pendahuluan
Dunia pendidikan saat ini sedang berada pada titik persimpangan peradaban antara kecepatan arus teknologi dan keteguhan nilai-nilai moral. Peserta didik yang merupakan generasi Alpha dan Z hidup dalam ekosistem digital yang serba cepat, visual, dan terkoneksi serta media digital mutakhir menawarkan akses informasi tanpa batas. Sehingga mengabaikan media yang sesuai dengan zaman mereka berarti menciptakan kesenjangan kognitif yang fatal. Namun, di balik kecepatan data, terdapat risiko pendangkalan makna dan hilangnya karakter. Namun Pendidikan unggul hanya dapat tercapai ketika teknologi tidak lagi dipandang sebagai pengganti peran manusia, melainkan sebagai alat yang digerakkan oleh sosok guru yang berfungsi sebagai kompas moral digital dan digunakan secara maksimal sebagai akselerator, sementara guru hadir sebagai "media hidup" yang memberikan pencerahan, empati, dan arah moral.
Alat AksesVisi