Hari ini bukan Jumat biasa.
Jumat perdana bulan Ramadan adalah ledakan berkah di Sayyidul Ayyam—pertemuan dua kekuatan agung: Jumat sang pemimpin hari dan Ramadan sang penghulu bulan.
Pahala berlipat, dosa dihapus, setiap langkah menuju masjid menjadi saksi kesungguhan hati.
Rugilah kaum lelaki menunda. Waktu terus bergerak, Rahmat Allah tidak menunggu jiwa lamban.
Segera berwudu. Rapikan niat. Kenakan pakaian terbaik. “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kamu bagus setiap (memasuki) masjid,..”(QS. al-A’raf: 31).
Tinggalkan sejenak urusan dunia tak pernah selesai.
Sekarang, Aku sudah menuju Masjid Raudhatul Muttaqin Tonasa 2 menunaikan tugas mulia. Empat amanah tausiyah hari ini: sejak fajar menyingsing, khatib Jumat, ceramah buka puasa, hingga tarawih menjelang.
Memang lelah menyergap, tapi tidak sebanding dengan Karunia Allah selama ini dinikmati.
Membayangkan suasana masjid megah sebentar lagi—gema ayat suci digaungkan masjid-masjid dilewati, jemaah bergegas menjemput Anugerah tak bertepi.
Tersadar, bukan khatib menentukan keberkahan, tetapi keteguhan hati setiap langkah menuju rumah Allah.
Saudaraku, mari bergegas! Setiap langkah di Jumat Ramadan bukan sekadar rutinitas. Ia proses autofagi spiritual; pembersihan jiwa, menghapus dosa, dan membuka pintu Nikmat hakiki tak bisa dibeli dunia.
Jangan tunggu azan kedua. Jangan menunggu khatib naik mimbar. Jangan merasa masih ada kesempatan berikutnya. Dengan melangkah sekarang, hati dilembutkan, dan Keberuntungan didekatkan.
Jumat perdana ini adalah gerbang besar. Terdapat ledakan ampunan bagi setiap jiwa. Inayat tak terhitung mengalir bagi setiap langkah.
Kesempatan memperbaiki arah hidup terbuka lebar. Siapa cepat memenuhi panggilan Jumat, dialah lebih dahulu mengetuk pintu Hidayah.
Rasakan sendiri keindahan menjemput keberkahan hari Jumat. Rasakan gemuruh pahala berlipat, ketenangan lahir dari ketundukan di hadapan-Nya.
Jangan menunda. Jangan membiarkan Tuah surgawi ini lewat begitu saja.
Ayo bergegas sekarang. Segera menapak ke rumah Allah. Sebab indahnya bergegas Jumatan tidak bisa dijelaskan kata-kata, hanya bisa dirasakan saat kaki melangkah dan hati bersujud meraih Pangestu langit.
Jum'at, 2 Ramadan 1447 H / 20 Februari 2026-SK-
(*)
Alat AksesVisi