Gambar TUTUP KANDUNGAN

Siang menjelang sore yang terik di poli kandungan rumah sakit.

Pintu ruang praktik terbuka perlahan. Masuk sepasang suami istri separuh baya. Usianya mungkin mendekati 50 tahun. Wajah keduanya tampak cerah, penuh harapan seolah sedang membawa sebuah rencana besar yang telah lama disimpan.

“Assalamualaikum, Bu. Ada yang bisa saya bantu?” sapaku hangat.
Sang ibu tersenyum mantap.
“Ini dok… saya mau buka penutup kandungan saya.”
Aku sempat terdiam beberapa detik.
“Penutup kandungan?”
“Iya dok. Dulu, sekitar 12 tahun lalu, habis operasi SC saya langsung tutup kandungan. Nah… sekarang mau dibuka lagi, dok. Di rumah sudah sepi dok 3 anak saya sudah gede. Nih bapak minta nambah lagi”

Aku pun tersenyum kecil sambil bercanda,
“Hehe… Bu, memangnya pintu bisa dibuka tutup semudah itu?”

Kami semua tertawa.
Lalu aku menoleh pada sang suami.
“Pak, serius ingin tambah anak lagi di usia sekarang?”
Beliau tersenyum tenang, lalu menjawab pelan namun mantap,
“Dok… umur hanyalah angka.... dan apalah arti sebuah angka.”

Nah, kali ini aku yang benar-benar tertawa. Romantis juga rupanya, pikirku dalam hati.

Kami semua tertawa.
Lalu aku menoleh pada sang suami.
“Pak, serius ingin tambah anak lagi di usia sekarang?”
Beliau tersenyum tenang, lalu menjawab pelan namun mantap,
“Dok… umur hanyalah angka.... dan apalah arti sebuah angka.”

Nah, kali ini aku yang benar-benar tertawa. Romantis juga rupanya, pikirku dalam hati.