Gambar Santun Ucapan, Luas dan luwes dalam Pergaulan  (In Memoriam alm. Dr. Nurkholis A. Gaffar, M.Hum)

Innā lillāhi wa innā ilahi Raji'un 

Inilah ungkapan pertama yang terucap dari hati saya ketika menerima kabar duka tentang wafatnya sahabat, kolega, dan saudara kami tercinta, Dr. Nurkhalis A. Gaffar, M.Hum. Berita itu saya terima di saat langkah saya sedang menuju masjid untuk menyampaikan ceramah tarawih. Seketika hati terasa tercekat. Ada rasa kehilangan yang begitu mendalam, seakan waktu berhenti sejenak. Di bulan yang penuh berkah ini, di saat umat Islam sedang meneguhkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, kami justru harus menerima kenyataan bahwa salah satu figur terbaik di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora telah dipanggil kembali oleh-Nya.

Sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, sekaligus atas nama pribadi, dan seluruh keluarga besar fakultas, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum. Beliau orang yang sangat baik dan bijak. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga tercinta, tetapi juga kehilangan besar bagi lembaga yang selama ini dia layani dengan dedikasi, ketulusan, dan kehangatan yang luar biasa.

Almarhum dikenal sebagai sosok akademisi yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu dan kelembagaan. Dalam perjalanan kariernya di Fakultas, almarhumah pernah mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Amanah itu dijalankannya dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan sehingga prodi yang dipimpinnya meraih akreditasi A, status akreditasi tertinggi saat itu. Melalui kepemimpinannya, jurusan tersebut berkembang dengan semangat akademik yang sehat dan penuh kebersamaan.

Saat ini almarhum masih menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan pada Fakultas Adab dan Humaniora untuk masa bakti 2023-2027. Penunjukannya pada posisi strategis tersebut bukan tanpa alasan. Almarhum memiliki kemampuan membangun kedekatan dengan mahasiswa, memahami dinamika mereka, serta menghadirkan suasana yang hangat dalam interaksi akademik. Almarhum tidak hanya hadir sebagai pejabat struktural, tetapi juga sebagai figur yang mudah dijangkau, mudah diajak berdialog, dan selalu terbuka untuk membantu.

Saya mengenal almarhum sebagai sosok yang sangat baik, ramah, dan memiliki kepedulian yang tulus terhadap orang lain. Siapa pun yang pernah berinteraksi dengan beliau akan merasakan betapa mudahnya beliau menjalin keakraban. Tidak ada sekat formal yang kaku dalam pergaulannya. Beliau mampu membuat siapa saja merasa diterima dan dihargai.

Salah satu karakter yang paling membekas dari almarhum adalah kepribadiannya yang humanis dan periang. Dalam berbagai pertemuan, kehadiran beliau sering kali menghadirkan suasana yang akrab dan lebih hidup. Candaan-candaan yang diontarkan selalu bernuansa humanis, ringan, dan menyejukkan. Tawa yang muncul bukan sekadar hiburan, tetapi juga perekat kebersamaan di antara kami.

Pergaulannya sangat luas. Almarhum aktif di komunitas olahraga dan juga Pramuka. Keluasan dan keluwesan itu terlihat jelas ketika saya datang ke rumah duka pada malam hari, hampir pukul 22.00, setelah menunaikan tarawih di mesjid. Saya menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang datang silih berganti melayat. Dari rekan kerja, sahabat lama, mahasiswa, hingga masyarakat yang mengenalnya. Pemandangan itu menjadi bukti nyata betapa besar cinta dan penghormatan orang-orang kepada beliau. Selain itu masuk pula ucapan duka dari koleganya di sejumlah perguruan tinggi di luar Sulawesi Selatan.

Bagi saya pribadi, almarhum bukan sekadar mitra kerja dalam menjalankan roda kelembagaan. Ia adalah saudara dalam perjalanan pengabdian. Kami saling mendukung, saling memotivasi, dan saling mengisi dalam berbagai dinamika tugas dan tanggung jawab. Dalam banyak kesempatan, kebersamaan itu terasa begitu hangat dan penuh makna.

Tentu sebagai manusia kami ingin terus bersama, melanjutkan pengabdian, dan merancang banyak hal untuk kemajuan fakultas. Namun kehendak Allah adalah yang terbaik. Allah lebih mencintai beliau dan memanggilnya kembali pada waktu yang telah ditetapkan.

Semoga Allah swt menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah memberikan ketabahan dan kekuatan.


Selamat jalan sahabat kami, Dr. Nurkhalis A. Gaffar, M.Hum. Kenangan, ketulusan, dan kebaikanmu akan selalu hidup dalam ingatan kami. Fakultas Adab dan Humaniora akan selalu mengenangmu sebagai pribadi yang membawa kehangatan, persahabatan, dan pengabdian yang tulus. Allah akan menempatkanmu di SurgaNya. Amin

Sungguminasa, 18 Ramadhan 1447 H