Gambar Roasting Ramadhan Hari ke 26: Reunian

Salah satu agenda populer di bulan Ramadhan adalah buka puasa bersama sekaligus reunian: reunian teman sekolah, teman kuliah, teman kantor, teman ngopi, bahkan ada juga reunian dengan mantan.

Reunian ini seringkali menjadi panggung kecil untuk memperlihatkan status sosial. Maka jangan heran kalau sebagian orang datang dengan barang branded dan kendaraan mewah. Sebenarnya pesan yang ingin disampaikan sederhana saja: “Hai mantan, kamu dulu salah pilih.”

Reunian memang momen yang dinanti karena mempertemukan kembali orang-orang yang lama tidak bertemu. Tapi ada juga reunian yang agak membingungkan.

Teman kantor misalnya. Setiap hari ketemu: kerja sama, makan siang sama, bahkan pulang kantor juga sama. Baru tiga hari libur tidak bertemu, sudah minta reunian. Kalau model begini rasanya bukan reunian, tapi ada sesuatu yang agak lain. Terlebih kalau reuniannya cuma berdua saja.

Karena reunian sering berkaitan dengan harga diri, tidak semua orang berani datang. Sebab pertanyaan saat reunian seringkali sangat personal:

“Sudah menikah?”

“Kerja apa sekarang?”

“Datang naik apa?”

Maka sebelum datang reunian, paling tidak siapkan jawaban yang menenangkan diri sendiri. Misalnya ketika ditanya, “Sudah menikah?”

Jawab saja santai:

“Alhamdulillah, baru dua kali.”

Maksudnya dua kali melahirkan… istri saya.

Reunian juga sering berubah menjadi forum pertukaran gosip lama dan gosip terbaru. Makanya jangan heran kalau awalnya hanya buka puasa bersama, tapi tembus sampai tengah malam sampai lupa tarawih.

Agenda utamanya biasanya sederhana:

menggosipi teman yang tidak hadir. Memang begitu kebiasaan sosial kita: siapa yang tidak datang, dialah yang paling banyak dibahas. Karena itu ada juga orang yang hadir reunian bukan untuk pamer, tapi sekadar menjaga nama baik dari bahan gosip. Tapi hadir saja tidak cukup. Anda juga harus pulang paling terakhir. Karena kalau pulang duluan, bisa jadi baru sampai parkiran… nama Anda sudah mulai dibahas.

Reunian juga sering terjadi dalam silaturahmi keluarga besar. Secara formal tujuannya mempererat hubungan keluarga. Tapi secara tidak resmi, kadang juga untuk melihat siapa keluarga yang paling “besar”.

Namun selalu ada satu tipe anggota keluarga yang hadir dengan niat tulus: benar-benar untuk silaturahmi. Biasanya orang seperti ini menyalami semua orang satu per satu, tersenyum ke kiri dan ke kanan, lebih banyak mendengar daripada bicara. Nanti saat hendak pulang, baru dia berbicara:

“Om… ada THR?”

Mudik lebaran pada dasarnya juga sebuah reunian besar. Jutaan orang berusaha pulang ke kampung halaman setiap tahun. Jalanan padat, kendaraan membludak, semua demi satu hal: kembali ke rumah lama tempat kita dulu tumbuh dan bermimpi.

Karena pada akhirnya, hidup ini memang tentang pertemuan dan perpisahan. Kita berpisah untuk suatu saat reunian kembali:

bersama orang tua, bersama anak dan pasangan, bersama saudara dan sahabat.

Dan semoga tempat reunian terakhir kita adalah tempat terbaik: surga-Nya. Aamiin.

(*)