Ada paradoks yang jarang kita sadari: manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa terasing dari dirinya sendiri. Bukan karena fitrah itu hilang, melainkan karena ia tertimbun oleh kebisingan, ilusi, dan lapisan ego yang mengeras perlahan menjadi kulit kedua.
Filsuf Muslim membaca fitrah bukan sebagai kesucian moral yang datar, tapi sebagai orientasi teosentris yang menjadi sumbu eksistensi manusia. Ketika sumbu itu bergeser menjadi antroposentris, krisis yang lahir bukan hanya ekologis tapi lebih dalam dari itu. Manusia kehilangan pusat dirinya sendiri (the lost of the Centre). Inilah yang menimbulkan kegelisahan yang sulit diurai, yang mewabah di balik kemajuan peradaban modern.
Ramadan hadir sebagai interupsi atas ketertimbunan arah perjelanan hidup itu. Lapar dan dahaga bukan tujuan, tapi cara untuk meruntuhkan ilusi bahwa diri adalah sumber segalanya. Di celah retakan ilusi itulah fitrah kembali memancar dengan pelan tetapi nyata.
Mulla Sadra dalam Al-Asfar al-Arba‘ah menyebut perjalanan ini dalam empat safar. Ramadan adalah safar pertama: bergerak dari keramaian diri menuju Tuhan, melepaskan gravitasi ego sedikit demi sedikit. Namun yang sering dilupakan justru safar ketiga: kembali ke dunia bersama Tuhan (min al-Haqq ilâ al-Khalq bi al-Haqq). Inilah yang ditandai oleh Idulfitri. Bukan pulang ke kebiasaan lama, melainkan kembali dengan cara pandang yang telah berubah.
Dalam kerangka Sadra, kembali ke dunia bukan kemunduran. Seperti kembalinya Nabi saw dari Mi'raj, kembali ke dunia justru puncak perjalanan. Seorang yang sungguh menjalani Ramadan seharusnya kembali ke pekerjaannya, keluarganya, dan lingkungannya dengan visi yang berbeda. Yaitu memandang sesama bukan sebagai pesaing, dan alam bukan sekadar sumber daya.
Karena itu, fitrah tidak (pernah) hilang tapi hanya tertimbun. Ramadan menyingkapnya sesaat. Idulfitri memberi satu pertanyaan: apakah kita menjaganya tetap hidup, atau membiarkannya kembali tertimbun oleh hari-hari biasa?
[WH]
Selamat ya (merayakan Idul Fitri kawan-kawan). Maaf ya! Semoga ya!
Alat AksesVisi