Ramadan sering dipahami sebagai waktu memperbanyak ibadah. Orang berpuasa, tarawih, tadarus, bersedekah. Semua itu penting. Namun ada satu pertanyaan yang jarang diajukan. Apakah semua praktik itu telah menjelma jadi karakter hidup kaum Muslim?
Secara teologis-antropologis, ada cara melihat perjalanan agama dalam tiga fase.
Fase pertama adalah tanzil, yaitu pewahyuan (revelation). Pada tahap ini agama hadir sebagai kekuatan korektif. Wahyu turun untuk mengubah tatanan nilai yang rusak. Islam hadir di tengah masyarakat Arab jahiliyah yang sarat kekerasan tribal, ketidakadilan sosial, dan praktik tak manusiawi seperti penguburan bayi perempuan. Di fase ini, agama bukan mengikuti budaya.Ia mereformasinya.
Fase kedua adalah tafaqquh, pemahaman (religious learning dan comprehension). Ini fase belajar agama. Umat mempelajari ajaran, memahami teks, dan menjalankan praktik ritual. Dalam konteks Islam, ini tampak dalam tradisi mengaji, menghafal surah-surah pendek, belajar doa harian, serta mempelajari ilmu-ilmu Islam seperti fikih, tafsir, hadis, dan bahasa Arab di madrasah, pesantren, atau PTKI.
Namun ada fase yang lebih menentukan, yaitu tajassud, penubuhan (embodiment, religious habitus). Di sinilah agama menjadi karakter. Nilai agama menjelma jadi kebiasaan batin dan perilaku spontan. Kejujuran, amanah, kesederhanaan, kepedulian sosial hadir tanpa dipaksa.
Dengan nada yang sama, Syed Muhammad Naquib al-Attas menyebut tujuan pendidikan Islam bukan sekadar ta'lim atau tarbiyah, tetapi ta'dib, penanaman adab hingga membentuk manusia berkarakter. Sementara Pierre Bourdieu menyebut keadaan ini sebagai habitus, yaitu disposisi moral yang hidup dalam diri seseorang.
Ramadan seharusnya membawa kita menuju fase ketiga ini. Bukan hanya belajar agama (mengaji), dan bukan hanya belajar tentang agama (mengkaji), tetapi belajar beragama (menjadi, mancaji).
Ketika nilai agama hidup dalam cara kita bekerja, memimpin, berdagang, dan memperlakukan sesama, di situlah agama benar-benar menjadi kebudayaan hidup. Oleh sebab itu, perlu upaya pembudayaan agama. Dan bulan riyadah Ramadan adalah salah satu proses ke arah itu.
[WH]
Alat AksesVisi