Teolog Jerman, Rudolf Otto, pernah merumuskan dua perasaan dasar manusia saat berhadapan dengan Tuhan.Pertama, kegentaran terhadap kedahsyatan-Nya, mysterium tremendum.Kedua, keterpesonaan terhadap keindahan-Nya, mysterium fascinosum.Dalam Islam, dua pengalaman ini sejalan dengan dua sifat Ilahi, jalal dan jamal.
Kegentaran dan keterpesonaan itulah yang mendorong manusia terus berusaha menyingkap tirai yang memisahkan dunia lahir dengan dunia gaib. Manusia selalu ingin melampaui batas pengalaman fisik menuju pengalaman spiritual.
Seorang pemikir metafisika abad ke-20, Frithjof Schuon, menyebut hidup manusia dikelilingi berbagai misteri yang menuntun manusia menuju transendensi. Misteri memberi dorongan intelektual sekaligus spiritual untuk naik ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi.
Salah satu misteri besar dalam kehidupan Muslim adalah Lailatul Qadar. Malam ini diyakini membuka peluang bagi manusia untuk melampaui pengalaman biasa menuju pengalaman batin yang lebih dalam.
Karena sifatnya misteri, pembahasan tentang lailatul qadar selalu terbuka. Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, para mubalig biasanya mulai menjelaskan tanda-tanda malam itu serta amalan yang dianjurkan.
Namun pengalaman bertemu lailatul qadar bukan perkara sederhana. Sepanjang ingatan, saya sendiri belum pernah merasa dipertemukan dengan malam agung itu. Kalau pun pernah, mungkin saya tidak menyadarinya. Maka tentang itu, saya tidak dapat berbagi pengalaman. Dalam tradisi tasawuf ada ungkapan, orang yang tidak tahu banyak berbicara, orang yang tahu cenderung diam.
Saya cenderung percaya bahwa lailatul qadar tidak datang secara kebetulan. Ia perlu dijemput melalui pengondisian diri. Di antara bentuk persiapannya: pertobatan, penyucian hati dan latihan ruhani yang keras.
Seperti pendaki yang ingin mencapai puncak Mount Everest, seseorang perlu aklimatisasi panjang sebelum mencapai puncak. Begitu pula perjalanan spiritual menuju lailatul qadar. Tanpa persiapan, saya yakin, lailatul qadar itu sulit diraih. Bagaimana dengan anda?
[WH]
Alat AksesVisi