Ketika Ramadan memasuki sepuluh hari terakhir, Nabi Muhammad saw menempuh iktikaf di masjid. Beliau menghidupkan malam dengan salat, doa dan zikir. Umat Islam diajak mengikuti jejak itu. Menetap di masjid untuk menata ibadah, meredakan kegaduhan batin, lalu mendekat kepada Allah.
Selain rangkaian ibadah ritual, Ramadan jadi momen terbaik untuk laku tirakat atau kontemplatif. Tirakat memberi ruang bagi manusia berhenti dari arus kesibukan. Selama sebelas bulan, hidup bergerak cepat, dipenuhi urusan kerja, target dan tuntutan sosial. Ramadan menawarkan jeda bagi kita dari perburuan sengit kepentingan dunia guna menengok ke dalam diri dengan kebeningan mata hati.
Dengan kontemplasi, kita melakukan retrospeksi terhadap masa lalu, diri sendiri dan arah hidup. Ramadan hadir bukan hanya melatih kita menahan lapar dan dahaga. Apalagi sekadar aktivitas ritual dengan iming-iming megabonus. Ia adalah ruang hening bagi hati untuk berkontemplasi.
Tradisi keagamaan menempatkan kontemplasi sebagai jalan penting bagi pertumbuhan spiritual manusia. Sebelum menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad saw mengasingkan diri di Gua Hira. Beliau merenung di ceruk gunung yang jauh dari keramaian Makkah.
Al-Qur’an pun berkali-kali mengajak manusia merenungi diri dan alam. Selain lewat Al-Qur'an (ayat qawliyah), pertanda Allah juga menampak pada diri dan semesta (ayat kawniyah). Dari kontemplasi lahir kesadaran tentang kebesaran Allah dan keterbatasan manusia.
Puasa membantu proses itu. Tubuh belajar menahan makan dan minum. Lisan belajar menahan kata sia-sia. Mata belajar menahan pandangan yang menjerumuskan. Pikiran belajar menjaga arah. Dari disiplin tersebut tumbuh kesadaran tentang kefakiran diri (al-faqr). Manusia kembali menyadari kelemahan dirinya dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.
Ramadan yang dijalani secara kontemplatif memberi peluang bagi kelahiran spiritual baru. Saat Ramadan pergi, hati terasa lebih bersih, arah hidup lebih terang, dan etos diri lebih siap menjalani sebelas bulan berikutnya dalam sinaran ilahi.Semoga.
[WH]
Alat AksesVisi