Gambar Persamaan Positif Antara Albert Einstein dan Imam Syafi'i

Albert Einstein berasal dari Jerman

Beliau hidup antara 1879–1955

Seorang fisikawan teoretis

Yang diakui sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah

Ia merevolusi pemahaman manusia tentang alam semesta

Melalui Teori Relativitas

Dan dianugerahi Hadiah Nobel Fisika tahun 1921

Teori Relativitas Khusus dan Umum

Mengubah cara manusia memandang ruang, waktu, dan gravitasi

Gravitasi bukan sekadar gaya tarik-menarik

Melainkan kelengkungan ruang dan waktu akibat massa

Dari tangannya lahir pula persamaan terkenal:

Sebuah rumus yang menjelaskan

Bahwa energi dan massa saling berkaitan

Einstein juga memberi kontribusi besar

Pada perkembangan mekanika kuantum

Yang kemudian menjadi dasar berbagai teknologi modern

Seperti GPS, laser,

Dan pemahaman manusia tentang lubang hitam

Serta asal-usul alam semesta

Sedang Imam Syafi'i (767–820 M)

Adalah salah satu dari empat imam mazhab besar dalam Islam

Beliau pendiri Mazhab Syafi'i

Serta peletak dasar ilmu Ushul Fiqh

Metodologi pengambilan hukum Islam

Ajarannya paling banyak dianut umat Islam Indonesia

Di antara persamaan Einstein dan Imam Syafi'i

Adalah keberanian mengubah pemikiran

Ketika menemukan dasar pengetahuan yang lebih kuat

Keduanya bukan politisi

Yang berubah karena kepentingan duniawi

Melainkan ilmuwan

Yang berubah karena perkembangan ilmu

Apa dasar Einstein cepat mengembangkan teorinya?

Karena keberaniannya menggunakan imajinasi ilmiah

Thought experiment atau eksperimen pikiran

Ia kritis terhadap hukum fisika klasik

Berani mempertanyakan anggapan umum

Dan mampu menyederhanakan gagasan rumit

Menjadi visualisasi yang mudah dipahami


Sedang Imam Syafi'i

Mengembangkan pemikirannya

Karena memahami perubahan ruang dan waktu

Salah satu kaidah yang sering dikaitkan

Dengan perubahan hukum adalah:

Perubahan hukum

Dapat dipengaruhi perubahan waktu dan tempat

Karena itu

Andai Imam Syafi'i hidup pada zaman sekarang

Dan menyaksikan perkembangan teknologi di Makassar

Boleh jadi sebagian pandangannya akan berkembang pula

Dahulu transaksi dilakukan

Dalam satu ruang dan saling menyaksikan

Sedang sekarang transaksi keuangan berlangsung

Melalui jaringan digital dan telepon genggam

Maka seorang ilmuwan besar

Akan membaca kenyataan baru

Dengan ijtihad baru pula

Jika Einstein dan Imam Syafi'i

Cepat mengembangkan pemikirannya

Mereka tidak layak dituduh tidak konsisten

Justru di situlah letak kebesaran ilmuwan

Berani memperbaiki pandangan

Demi mendekati kebenaran yang lebih luas

Di sinilah pula bedanya dengan politisi

Perubahan seorang ilmuwan

Bertujuan mempercepat perkembangan ilmu

Sedang perubahan politisi

Kadang berada di bawah bayang-bayang kepentingan duniawi

Karena itu

Keberanian ilmuwan mengoreksi dirinya sendiri

Patut dihargai sebagai tanda kejujuran intelektual

Dan dua nama besar itu

Albert Einstein dan Imam Syafi'i

Saya temukan dalam literatur sejarah

Sebagai tokoh yang sama-sama dinamis

Dalam mengembangkan teorinya


Wassalam,

Kompleks GFM, 16 Juni 2026