Kehidupan sosial keagamaan modern ditandai oleh pluralitas keyakinan dan intensitas interaksi yang tinggi. Kondisi ini seringkali menimbulkan ketegangan akibat perbedaan penafsiran dan klaim kebenaran (kebenaran tunggal). Untuk membangun harmoni dan kedamaian, pendekatan yang bersifat interdisipliner sangat diperlukan, salah satunya melalui integrasi pemahaman Psikologi Agama dan Spiritualitas dalam kerangka Fikih Kontemporer. Pendekatan ini menawarkan solusi yang tidak hanya berbasis teks normatif, tetapi juga berbasis konteks psikologis dan realitas kemanusiaan.
Alat AksesVisi