Gambar Masih Perlukah Kuliah?

Saat ini, kampus-kampus di Indonesia sedang sibuk menerima dan mem-PBAK mahasiswa baru mereka. Beberapa lembaga penyedia beasiswa juga telah me-released daftar calon penerima baru. Ada wajah-wajah penuh asa, ada juga yang masih ragu dan resah. Tidak sedikit mahasiswa yang masih galau memikirian biaya kuliah. Juga tentang tujuan kuliah. Bahkan tentang tujuan hidup mereka sendiri.

Saya tahu, kondisi perguruan tinggi kita kini tidak sedang baik-baik saja dan tidak terlihat indah (lagi). Krisis ekonomi, relokasi anggaran, tingginya biaya kuliah, dan tantangan dunia kerja membuat banyak pihak, baik orang tua maupun calon mahasiswa, bertanya: “Masih relevan nggak sih kuliah?”

Namun, sejauh pengalaman menjadi mahasiswa selama belasan tahun silam dan, sejak 30 tahun lalu, menjadi guru mahasiswa, saya masih yakin kuliah dapat memberi banyak manfaat "sampingan". Syaratnya, mahasiswa tidak sekadar berorientasi mendapatkan selembar ijazah atau meraih gelar akademik.

Misalnya, saat kuliah mereka berupaya memperluas wawasan hidup dan intelektual. Bukan cuma belajar teori, tapi juga cara berpikir bebas, kritis dan terbuka. Mereka mau membangun jaringan pertemanan lintas suku, bangsa dan agama yang kelak mungkin akan jadi sahabat, rekan kerja, bahkan pintu rezeki. Mereka memperkaya pengalaman hidup dalam mengatur uang saku pas-pasan, memimpin organisasi mahasiswa, memanfaatkan fasilitas akademik kampus, hingga membangun kebiasaan membaca buku dengan rakus.

Selain itu, dengan kuliah mereka dapat melatih mencari solusi hidup di tengah keterbatasan, mengasah kecakapan berkomunikasi, mengelola waktu, menemukan passion pada satu atau lebih aspek hidup, dan menorehkan rekam jejak akademis maupun organisasi yang akan jadi modal berharga di dunia kerja.

Yang tak kalah penting, kampus dapat membuat mereka menjadi sosok manusia yang merdeka, inklusif, moderat dan toleran; menerima pluralitas suku, agama, dan sudut pandang, sambil menemukan persamaan yang menguatkan kebersamaan.

Walau mungkin ilmu teoritis di kampus tak selalu linked & matched 100