Gambar Keuntungan Transparansi Dalam Menulis

Ketika menulis sejarah PSM Makassar, saya membagikan draf tulisan itu kepada para sahabat untuk memperoleh masukan. Ternyata, salah seorang sahabat, Wahid Ismail, mengingatkan saya bahwa sepak bola pada hakikatnya adalah permainan yang mengutamakan kerja sama tim dalam meraih kemenangan. Ramang tidak meraih kesuksesannya seorang diri. Ia didukung oleh rekan-rekan setimnya, terutama trio Ramang, Nur Salam, dan Suardi.

Sebenarnya saya mengingat hal itu, hal  itu saat menulis, tetapi saya lupa nama kedua rekannya. Daripada berspekulasi dan berisiko menuliskan informasi yang keliru, saya memilih untuk tidak mencantumkannya. Bagi saya, lebih baik ada kekurangan yang kemudian dapat diperbaiki daripada menyampaikan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Saya selalu berpegang pada prinsip bahwa tulisan yang telah dipublikasikan pada hakikatnya menjadi milik bersama. Karena itu, saya sangat terbuka terhadap kritik, koreksi, dan tambahan dari para sahabat yang membacanya. Kritik yang disampaikan dengan niat baik ibarat obat. Rasanya mungkin pahit, tetapi justru menyembuhkan. Sebaliknya, pujian yang berlebihan laksana madu yang telah bercampur racun: terasa manis, tetapi dapat mencelakakan karena menumbuhkan rasa puas diri.

Kepada sahabat saya, Wahid Ismail, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Masukannya telah memberikan kontribusi berharga dalam menyempurnakan tulisan saya tentang sejarah PSM Makassar, kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Wassalam,

Kompleks GFM, 14 Juli 2026