Rasio 1:7 ini bukan hanya kebetulan statistik, melainkan sebuah resep biologis yang tersembunyi. Buah zaitun dan buah tin bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga tentang sinergi biologis yang sangat kuat, yang secara sains ternyata memiliki rahasia pada level molekuler, terutama terkait senyawa Metallothionein. Fenomena ini telah djelaskan dalam Al- Qur'an pada 14 abad yang lalu. Dalam Al-Qur'an, kedua buah ini disebut berdampingan dalam Surah At-Tin (95): 1 serta pembuka surah yang sangat ikonik karena Allah bersumpah dengan dua jenis tumbuhan:وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ"Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,"
Data Sains
Tubuh manusia memproduksi Metallothionein secara alami, namun produksinya menurun drastis setelah usia 35 tahun dan hampir berhenti di usia lanjut. Protein ini diproduksi secara alami oleh otak manusia dan hewan dalam jumlah kecil.
Kedua buah ini dalam Al-Qur'an, angkanya sama dengan rasio riset Kata Tin (Buah Tin) muncul sebanyak 1 kali (Surah At-Tin).Kata Zaitun (Buah Zaitun) muncul sebanyak 7 kali (6 kali secara eksplisit dan 1 kali secara implisit.
Kisah dari tim peneliti dari Jepang, yang awalnya dipimpin oleh Dr. Mitsuo Yamashima (seorang neurosaintis), meneliti senyawa yang dapat menghambat penuaan dini dan memperbaiki sel otak. Zat tersebut ditemukan pada buah Tin (Fig) dan Zaitun (Olive). Namun, temuan paling krusial adalah zat ini tidak efektif jika diambil dari salah satu buah saja. Manfaat maksimal hanya muncul jika keduanya dicampur.
Riset menunjukkan bahwa senyawa ini dapat dipicu kembali jika kita mengonsumsi campuran Buah Zaitun dan Buah Tin dengan rasio tertentu. Setelah melakukan berbagai uji coba untuk menemukan dosis yang tepat, tim riset tersebut menemukan bahwa rasio terbaik untuk memicu sekresi Metallothionein adalah 1 bagian Tin berbanding 7 bagian Zaitun.
Fakta Sains
Metallothionein adalah protein pendek yang terdiri dari sekitar 61 hingga 68 asam amino,yang membuatnya ajaib adalah kandungan asam amino Sistein (Cysteine) yang sangat tinggi (sekitar 30
Alat AksesVisi