Gambar Bulan Penghikmatan

Nabi Muhammad saw. diutus Allah bukan hanya mengajarkan tentang halal dan haram, amar makruf dan nahi munkar, tapi juga untuk membebaskan manusia dari belenggu yang menindih mereka. Fungsi yang ketiga inilah yang sering dilupakan umat Islam.

Kedatangan Nabi saw. yang mulia tidak hanya mengajari umat Islam tentang puasa, salat, zikir dan doa. Melainkan membawa kasih sayang dan rahmat. Setiap muslim harus melanjutkan misi kenabian dengan cara memberi petunjuk setelah memperoleh petunjuk, memperbaiki masyarakat setelah memperbaiki diri, bukan menjadi orang yang rusak dan merusak orang lain.

Ramadan bukan hanya dijadikan sebagai bulan untuk menyibukkan diri dengan ibadah ritual seperti zikir, salat, puasa, sedekah dan ibadah ritual lainnya. Tapi Ramadan membangun akhlak dan penghikmatan terhadap sesama.

Nabi yang mulia diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan menebar kasih sayang terhadap seluruh makhluk. Ramadan mengajarkan untuk mendahulukan kehendak Allah di atas kehendak diri sendiri.

Di siang hari Ramadan, seorang muslim menahan diri untuk menikmati makan dan minum bukan karena dia tidak mampu membeli, melainkan karena dia mendahulukan kehendak Allah di atas kehendaknya sendiri untuk tidak makan dan minum karena sedang berpuasa.

Malam hari, meskipun dilanda kantuk dan godaan memanjakan diri untuk tidur mendesak karena lelah seharian bekerja, namun dipilihnya untuk memperbanyak salat dan istigfar memohon ampun, karena mendahulukan kehendak-Nya di atas keinginan dan kehendak sendiri.

Nabi yang mulia mengajari umatnya untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan menebar kasih sayang. Di antara doa-doa yang dianjurkan di bulan Ramadan adalah memasukkan kebahagiaan kepada para penghuni kubur.

Di dalam Islam, persaudaraan dan pertalian kasih sayang bukan hanya berlaku di antara mereka yang masih hidup saja. Silaturahmi melintasi ruang dan waktu. Kematian hanyalah perpindahan dari satu episode kehidupan kepada episode kehidupan yang lain.

Mereka yang sudah meninggal hidup di alam lain dan memperoleh manfaat dari kebaikan dari saudara-saudaranya yang masih hidup di dunia. Anda dapat menyampaikan doa yang tulus bagi mereka atau membacakan istigfar.

Tetapi kebaktian yang paling besar untuk mereka adalah membahagiakannya dengan membahagiakan orang yang masih hidup di sekitar Anda.

Pesan Nabi yang mulia dalam hadis, "Ada empat hal yang sekiranya berada dalam diri seorang mukmin, Tuhan akan menempatkan dia pada tempat yang paling tinggi lagi mulia: Pertama, melindungi anak yatim, memperhatikannya, dan bertindak sebagai orang tuanya;
Kedua, menyayangi orang miskin, membantunya, dan mencukupi keperluannya;
Ketiga, memberikan belanja kepada kedua orang tua, menyayanginya, dan berbakti kepadanya, dan tidak membuatnya berduka cita;
Keempat, tidak berbuat zalim kepada bawahannya atau orang yang dipekerjakannya, dengan tidak membebani dengan apa yang tidak mampu dipikulnya”.

Umar bin Khattab meriwayatkan kalau Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap masa ada lima ratus orang pilihan Tuhan yang memperoleh kecintaan Tuhan dan ada empat puluh orang suci. Jika salah seorang di antara mereka mati, yang lain menggantikan tempatnya. Para sahabat bertanya tentang keistimewaan mereka.

Rasulullah saw bersabda, “Mereka memaafkan orang yang berbuat zalim, membalas orang yang berbuat buruk kepada manusia dengan kebaikan, dan karena kecintaannya kepada sesama manusia mereka membagikan rezeki mereka untuk fakir miskin.”

Di hadis yang lain disebutkan bahwa “siapa saja yang memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, dan memberikan perlindungan kepada orang yang bepergian, Allah akan menyelamatkan mereka dari ketakutan pada hari kiamat.” (*)