Gambar Asrama Mattoangin Dilalap Api, Makassar Kembali Berduka

Selasa, 1 September 2026, suasana di sekitar Asrama TNI Mattoangin, Jalan Opu Dg Siraju Makassar, mendadak berubah mencekam.

Api berkobar hebat, asap tebal membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Di tengah kepanikan, suara warga bersahutan meminta pertolongan, berharap armada pemadam kebakaran segera tiba dan menjinakkan si jago merah.

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Apotik Mattoangin, lebih tepatnya di sekitar Jalan H. Padjonga Dg Ngalle. Sebuah mobil water canon Brimobda Sulsel ikut dikerahkan untuk membantu menyemprotkan air ke titik api.

Sementara itu, Damkarmat menurunkan 12 armada untuk melakukan penanganan. Kobaran api bukan hanya menguji kesigapan petugas, tetapi juga kembali mengingatkan kita bahwa di tengah padatnya permukiman kota, api sekecil apa pun dapat berubah menjadi ancaman besar.

Di tengah hiruk-pikuk penanganan, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav. Ino Dwi turun langsung ke lokasi.

Kehadiran pimpinan TNI tersebut menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap proses penanganan kebakaran yang menghanguskan kawasan asrama.

Di balik asap yang mengepul, selalu ada kecemasan, kepanikan, bahkan kenangan yang mungkin ikut menjadi korban.

Dan angka dari Damkarmat hingga Agustus 2026 patut menjadi perhatian: tercatat 218 kasus kebakaran, dengan 210 rumah terbakar. 

Angka itu bukan sekadar statistik. Di dalamnya ada rumah, harta benda, kenangan, dan kehidupan warga yang tiba-tiba harus berhadapan dengan kehilangan (sdn)