Warek II UIN Alauddin Raih Penghargaan Kepatuhan Pengelolaan BLU Terbaik Tingkat PTKIN
UIN Alauddin Online — Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, Prof. Andi Aderus, menerima penghargaan Prestasi Terbaik dalam Kepatuhan Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) Tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan Juhannis dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (17/8/2026).
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen dan kinerja dalam menjaga kepatuhan pengelolaan BLU, sekaligus mencerminkan kerja bersama seluruh unsur universitas dalam memperkuat tata kelola kelembagaan.
Prof. Andi Aderus menyampaikan, capaian tersebut bukan semata penghargaan bagi bidang II AUPK, melainkan penghargaan untuk hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kerja bersama seluruh sivitas dalam menjaga tata kelola BLU yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan administrasi, perencanaan, dan keuangan.
Kepatuhan terhadap regulasi, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan universitas.
Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya tata kelola yang baik di lingkungan kampus, khususnya dalam pengelolaan BLU yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kepatuhan, transparansi, dan kualitas pengelolaan BLU, baik dalam layanan akademik maupun penunjang akademik,” pungkasnya.
Prof. Andi Aderus menambahkan, pengelolaan BLU tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif dan regulasi, tetapi turut mendorong peningkatan kualitas layanan akademik dan penunjang akademik yang berdampak langsung bagi sivitas akademika dan masyarakat.
“Peningkatan kualitas layanan harus dapat memberikan dampak positif bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat,” tandas Guru Besar Teologi Wasathiyyah itu.