Gambar UIN Alauddin dan Pemkab Luwu Perkuat Kolaborasi, Fokus Pengembangan SDM dan Potensi Daerah

UIN Alauddin dan Pemkab Luwu Perkuat Kolaborasi, Fokus Pengembangan SDM dan Potensi Daerah

UIN Alauddin Online — UIN Alauddin Makassar melalui Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu lewat penandatanganan perjanjian kerja sama yang dirangkaikan dengan kuliah umum, bertempat di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Luwu Patahudding, Kepala Bapelitbangda Muh. Arsal Arsyad, serta Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Kabupaten Luwu Imran.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Muhammad Khalifah Mustami, yang mewakili Rektor, menyambut kedatangan Bupati Luwu yang juga merupakan alumni UIN Alauddin Makassar. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terutama penelitian dan pengembangan potensi daerah.

“Yang kita harapkan bukan hanya penandatanganan kerja sama, tetapi ada tindak lanjut dan ada program yang jelas. Potensi wilayah, sumber daya manusia, sumber daya alam dan budaya Kabupaten Luwu dapat dikaji bersama melalui penelitian akademik,” katanya.

Senada dengan itu, Dekan FSH UIN Alauddin Makassar, Prof. Abd. Rauf Muhammad Amin, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat memperluas kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara UIN Alauddin Makassar, Fakultas Syariah dan Hukum, dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kuliah umum, Bupati Kabupaten Luwu, Patahudding,  membagikan pengalaman pendidikannya hingga perjalanan menjadi kepala daerah. Ia mendorong mahasiswa untuk membekali diri tidak hanya dengan gelar akademik, tetapi juga keterampilan dan kemampuan beradaptasi.

“Belajarlah sebanyak-banyaknya dan usahakan menjadi terampil. Jangan hanya mengejar menjadi sarjana, tetapi harus memiliki keterampilan karena setelah keluar dari kampus kita akan menghadapi dunia yang membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi,” pesannya.

Patahudding juga memaparkan sejumlah potensi Kabupaten Luwu, mulai dari pertanian, perkebunan kakao, pertambangan, pariwisata hingga pengembangan UMKM dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi tersebut agar pertumbuhan ekonomi berdampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penguatan UMKM.

“Bagaimana pertumbuhan ekonomi ini bisa dengan cepat tumbuh, salah satunya melalui UMKM. Kami mengajak para pelaku usaha dan pihak terkait untuk berkolaborasi memberikan pelatihan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara UIN Alauddin Makassar dan Pemkab Luwu dalam bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Previous Post FUF UIN Alauddin Gelar KINMU-NSW #6 Bahas Moderasi Beragama dan Radikalisme
Next Post Prof Andi Marjuni Soroti Keterkaitan JKN dengan Nilai Maqasid Syariah