UIN Alauddin dan BPS Sulsel Buka Peluang Magang hingga KKN Statistik
UIN Alauddin Online — Kerja sama UIN Alauddin Makassar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya diarahkan pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi juga membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan statistik, mulai dari pemagangan hingga gagasan KKN Tematik berbasis statistik.
Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan saat penandatanganan MoU UIN Alauddin Makassar dengan BPS Sulsel di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Jumat (11/9/2026).
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis menyampaikan bahwa mahasiswa dari sejumlah program studi yang relevan dapat dilibatkan dalam kegiatan pemagangan dan survei yang dilaksanakan BPS.
“Misalnya kegiatan pemagangan mahasiswa kami dari Matematika, misalnya dari Instansi, dari Akuntansi, Ibu Kepala, bisa dari Ekonomi, dari Hukum, atau dari Manajemen apa yang terkait dengan BPS, itu barangkali bisa dilibatkan,” kata Prof. Hamdan.
Selain pemagangan, Rektor juga mendorong pengembangan KKN Tematik yang berkaitan dengan statistik. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang yang memiliki keterkaitan dengan pengolahan maupun pemanfaatan data.
“Kalau bisa misalnya suatu ketika melakukan KKN Statistik. KKN Statistik dan mereka-mereka yang bisa terkait dengan statistik itu: Matematika Pendidikan, Matematika Murni, Akuntansi, Ekonomi, Manajemen, Perbankan, itu bisa diikutkan semua di situ,” jelasnya.
Gagasan tersebut memperluas ruang kerja sama dari sekadar akses data menjadi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa. Keterlibatan dalam survei maupun kegiatan statistik juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami proses pengumpulan dan pemanfaatan data di lapangan.
Pojok Statistik Dekatkan Mahasiswa dengan Data
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto menyampaikan rencana pengembangan Pojok Statistik di UIN Alauddin Makassar. Ia menjelaskan, fasilitas tersebut dapat menjadi ruang layanan data dan literasi statistik yang lebih dekat dengan mahasiswa.
Menurut Aryanto, mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaan Pojok Statistik dapat memperoleh pelatihan dan diarahkan menjadi agen BPS di lingkungan kampus.
“Jadi semua mahasiswa di UIN bisa mengakses data BPS melalui Pojok Statistik. Tidak harus ke BPS,” ujarnya.
Selain akses data, BPS Sulsel juga membuka ruang pelaksanaan literasi statistik melalui seminar maupun kelas. Materi yang dapat diberikan antara lain mengenai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, dan kemiskinan, termasuk bagaimana data dikumpulkan, dihitung, dan disajikan.
“Bagaimana menghitung PDRB, ada topik sendiri. Itu bisa berupa Zoom atau apa gitu. Kami siap, ya seminar gitu,” kata Aryanto.
Statistik Tak Sekadar Angka
Penguatan literasi statistik tersebut sejalan dengan penekanan Plt. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengenai pentingnya memahami statistik secara utuh.
Dalam pemaparannya, Amalia menegaskan bahwa statistik tidak semata-mata berupa angka, tetapi harus dapat memberikan pemahaman dan dampak bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Statistik bukan sekadar angka. Tetapi statistik itu harus memberikan makna dan dampak buat pemerintah dan masyarakat,” jelas Amalia.
Amalia juga menyampaikan bahwa setelah kerja sama tersebut ditandatangani, dirinya akan kembali ke UIN Alauddin untuk meresmikan Pojok Statistik.
Rangkaian pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama UIN Alauddin dan BPS Sulsel tidak hanya diarahkan pada pertukaran informasi kelembagaan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mahasiswa melalui akses data, pemagangan, kegiatan survei, literasi statistik, serta gagasan KKN berbasis statistik.
Penulis: Ryan Ramdani - Mahasiswa Magang Humas