Gambar Tim Peneliti UIN Alauddin dan Bapperida Pangkep Kaji Ketimpangan Pembangunan Daratan-Kepulauan

Tim Peneliti UIN Alauddin dan Bapperida Pangkep Kaji Ketimpangan Pembangunan Daratan-Kepulauan

UIN Alauddin Online – Perbedaan kondisi geografis antara wilayah daratan dan kepulauan menjadi salah satu aspek penting dalam memahami ketimpangan pembangunan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Untuk mengkaji persoalan tersebut, tim peneliti UIN Alauddin Makassar berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pangkep melalui penelitian tentang pemetaan dan pengukuran ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Penelitian yang melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar ini dibahas dalam Seminar Proposal Kajian Pemetaan dan Pengukuran Ketimpangan Pembangunan Wilayah Daratan dan Kepulauan di Aula Bapperida Pangkep, Selasa (27/10/2026).

Tim peneliti diketuai Prof. Wahyuddin Abdullah, dengan anggota Bahrul Ulum Rusydi, Ahmad Kafrawi Mahmud, dan Hadriana Hanafie. Seminar dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep, Bahtiar, M.Si., dengan Sekretaris Bapperida, Sulfi Arianti, sebagai pemandu. Kegiatan ini difasilitasi Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Dewi Sartika Amin, bersama tim.


Kajian ini diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi pembangunan di wilayah daratan dan kepulauan. Perbedaan aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi menjadi sejumlah aspek yang relevan untuk ditelaah guna memahami dinamika ketimpangan antarwilayah.

Dalam seminar tersebut, tim peneliti memaparkan rancangan penelitian, pendekatan kajian, dan arah analisis yang akan digunakan. Forum ini sekaligus menjadi ruang diskusi untuk menyempurnakan proposal agar pelaksanaan penelitian selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pemetaan dan pengukuran ketimpangan diharapkan dapat menjadi landasan bagi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Dengan gambaran kondisi antarwilayah yang lebih jelas, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan memiliki bahan pertimbangan untuk menyusun kebijakan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Seminar ini turut dihadiri Kepala BPS, sejumlah kepala dinas dan camat, tim pengendali mutu kegiatan, kepala bidang di lingkup Bapperida Pangkep, serta tim fungsional perencana dan bidang riset dan inovasi Bapperida Pangkep.


Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan perencanaan pemerintah daerah. Melalui kajian tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memperkaya pemahaman akademik tentang ketimpangan pembangunan, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Kabupaten Pangkep.

Tim Peneliti UIN Alauddin Makassar

Previous Post Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam UIN Alauddin Raih Best Intelligence Halal Ambassador Sulsel 2026
Next Post Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Praktik Kehumasan di RRI Makassar