Gambar Prof. Supardin: Puasa Membentuk Ketakwaan dan Kesucian Diri

Prof. Supardin: Puasa Membentuk Ketakwaan dan Kesucian Diri

UIN Alauddin Online - Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang juga Kepala Pusat Kajian Islam, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Drs. H. Supardin, M.H.I., menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum penting dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Prof. Supardin saat bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Kampus Utama Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Sabtu, 21 Maret 2026.

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana untuk mengendalikan hawa nafsu serta menjauhkan diri dari berbagai perbuatan tercela.

“Kita menahan lapar, haus, dan hawa nafsu serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, mungkar, keji, dan jahat, sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela dalam diri,” ujar Prof. Supardin.

Ia menambahkan, melalui ibadah puasa yang dilandasi iman dan takwa, sifat-sifat buruk yang merusak (muhlika?t dan ma?mu?mah) akan tergantikan dengan sifat-sifat mulia (munjiyat dan mahmu?dah) yang membawa keselamatan bagi manusia.

Selain itu, puasa juga melatih umat Islam untuk hidup sederhana, menjauhi sifat tamak, serta menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya kepada kaum duafa dan anak yatim.

Menurutnya, esensi puasa Ramadan merupakan ajaran komprehensif yang bertujuan membentuk manusia yang bertakwa, bukan sekadar merasakan lapar seperti yang dialami oleh fakir miskin.

Lebih lanjut, Prof. Supardin menjelaskan bahwa Idulfitri menjadi momentum kembalinya umat Islam kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan firman Allah Swt. dalam QS al-Rum ayat 30 tentang fitrah manusia yang diciptakan dalam keadaan suci dan lurus.

Ia juga menekankan bahwa puasa merupakan ibadah yang menyatukan dimensi lahir dan batin, sehingga memberikan dampak spiritual yang mendalam bagi setiap muslim yang menjalaninya dengan penuh keimanan.

“Dengan meraih predikat takwa, seorang muslim akan senantiasa menjaga kesucian hati, diri, dan hartanya, sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar,” tutupnya.

Pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar serta masyarakat sekitar.

Previous Post Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga
Next Post HMJ Biologi UIN Alauddin Lolos Pendanaan Program FOLU Net Sink 2030, Raih Rp50 Juta