Gambar Pelantikan Perencana Madya, UIN Alauddin Perkuat Sinkronisasi Data dan Tata Kelola Kampus

Pelantikan Perencana Madya, UIN Alauddin Perkuat Sinkronisasi Data dan Tata Kelola Kampus

UIN Alauddin Online — Perencanaan yang berkualitas tidak cukup bertumpu pada penyusunan anggaran. Akurasi data, koordinasi lintasunit, dan kejelasan pembagian tanggung jawab menjadi fondasi yang menentukan efektivitas pengelolaan institusi. Hal ini menjadi salah satu penekanan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, H. Anwar Abubakar, saat melantik pejabat fungsional Perencana di lingkungan kampus tersebut, Rabu (28/10/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor II Bidang AUPK, Lantai III Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar. Tiga pejabat yang dilantik dan menjadi bagian dari penguatan fungsi perencanaan tersebut adalah Dr. A. Gustang, S.E., M.Si., sebagai Perencana Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Perencanaan; Ghazali Ahsar, S.Sos., sebagai Perencana Ahli Muda; serta Fatimah Abd. Rahman, S.E., M.M., sebagai Perencana Ahli Madya.

Dalam arahannya, Anwar menyebut jabatan fungsional Perencana memiliki peran strategis karena kualitas perencanaan turut menentukan kelancaran operasional dan arah pengembangan sebuah institusi. Di lingkungan perguruan tinggi, kebutuhan tersebut mencakup pembangunan sumber daya manusia (SDM), pengembangan sarana dan prasarana, hingga penyusunan kebutuhan anggaran.

Karena itu, ia berharap para perencana dapat menyusun perencanaan yang lebih terarah dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi. Menurutnya, hubungan antara perencanaan, kepegawaian, dan keuangan tidak dapat dipisahkan karena ketiganya saling bergantung dalam menjalankan fungsi masing-masing.

“Tidak bisa perencanaan berjalan sendiri tanpa adanya data dukung dari kepegawaian, dari SDM. Demikian halnya dengan keuangan, karena ini saling berkaitan,” ujarnya.


Anwar mencontohkan penyusunan anggaran belanja pegawai yang membutuhkan data kepegawaian sebagai dasar perhitungan. Ketika data jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak akurat, kesalahan tersebut dapat berlanjut ke tahap perencanaan hingga pengelolaan keuangan.

Untuk memperkuat keterpaduan tersebut, ia kembali menekankan prinsip KISS, yakni Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergitas. Ia menilai data yang tersedia di berbagai unit perlu diselaraskan agar tidak terjadi perbedaan informasi yang berpotensi mengganggu penyusunan program dan pengajuan anggaran.

Pemutakhiran data SDM serta sarana dan prasarana pun menjadi salah satu agenda yang perlu dipertimbangkan pada 2027. Data yang mutakhir diharapkan menjadi dasar yang lebih kuat dalam menentukan kebutuhan dan prioritas anggaran pada tahun-tahun berikutnya.

Selain persoalan data, Anwar menyoroti pentingnya pembagian tanggung jawab yang jelas di internal tim perencanaan. Ia mengusulkan agar setiap perencana menangani unit kerja tertentu sehingga pengelolaan data dan pemenuhan permintaan informasi memiliki penanggung jawab yang pasti.

“Jadi semuanya jelas tanggung jawabnya. Jadi tidak lagi ketika misalnya ada permintaan data, kita bingung mau hubungi siapa ini,” katanya.

Menurut Anwar, kejelasan tugas dan fungsi juga perlu diperkuat dalam hubungan kerja antara perencanaan, kepegawaian, keuangan, dan bagian umum. Keempatnya merupakan mata rantai yang saling berkaitan, termasuk dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan perencanaan anggaran pemeliharaan fasilitas kampus.


Ia berharap penguatan koordinasi dan sinkronisasi data dapat mengurangi ketidaksesuaian informasi, memperjelas pembagian tanggung jawab, serta membantu institusi mengantisipasi kebutuhan anggaran secara lebih terukur.

Menutup arahannya, Anwar menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik. Ia berharap pencapaian jabatan fungsional tersebut diikuti dengan peningkatan kontribusi dalam mendukung perencanaan dan pengembangan kelembagaan UIN Alauddin Makassar.

Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perencana tidak hanya dalam penyusunan anggaran, tetapi juga dalam memastikan bahwa program pengembangan kampus disusun berdasarkan data yang akurat, koordinasi yang baik, dan pembagian tanggung jawab yang jelas.

Reporter: Nadia Shafira - Mahasiswa Magang Humas UIN Alauddin Makassar

Previous Post Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam UIN Alauddin Raih Best Intelligence Halal Ambassador Sulsel 2026
Next Post Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Praktik Kehumasan di RRI Makassar