LDF dan DEMA FST UIN Alauddin Gelar Shalat Istisqa
UIN Alauddin Online — Kemarau yang berkepanjangan membawa keluarga besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar pada satu ikhtiar yang sama: memohon turunnya hujan.
Ikhtiar itu diwujudkan melalui Shalat Istisqa yang digelar Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FST UIN Alauddin Makassar di pelataran parkir fakultas, Senin (21/9/2026) pagi. Ratusan civitas akademika mengikuti rangkaian ibadah tersebut.
Pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, fungsionaris lembaga kemahasiswaan, hingga mahasiswa baru angkatan 2026 turut mengambil bagian dalam shalat yang dilaksanakan di ruang terbuka tersebut. Para jamaah mengenakan pakaian putih dan mengikuti rangkaian ibadah hingga doa bersama.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Muhtar, S.T., M.T., mengajak jamaah menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan meningkatkan ketakwaan.
Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya memperbanyak istigfar, mempererat silaturahmi, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan ketakwaan dalam menghadapi ujian kekeringan.
“Musim kemarau dan ujian kekurangan air bukan sekadar fenomena iklim biasa, melainkan pengingat bagi kita semua untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui Shalat Istisqa ini, kita merendahkan diri, mengakui segala kekhilafan, dan memohon agar rahmat berupa hujan yang membawa kehidupan kembali dicurahkan di tanah kita,” tutur Ustadz Muhtar.
Setelah shalat dan khotbah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustadz Dr. Abdul Mun’im Thariq, S.T., M.T. Para jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat serta memberikan perlindungan dari dampak kekeringan.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FST UIN Alauddin Makassar, Dr. Ir. Ar. Zulkarnain AS., S.T., M.T., IAI, hadir bersama unsur pimpinan fakultas. Kegiatan tersebut juga diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta fungsionaris organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas dan jurusan, di antaranya SEMA, DEMA, HMJ, dan LDF.
Zulkarnain mengapresiasi inisiatif LDF dan DEMA FST UIN Alauddin Makassar dalam menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, nilai-nilai keislaman perlu berjalan beriringan dengan tradisi keilmuan yang menjadi bagian dari kehidupan akademik di FST.
“Sains mengajarkan kita untuk memahami hukum-hukum alam dan mencari solusi teknis atas masalah lingkungan. Namun, sebagai insan bertakwa, kita juga sadar bahwa ada keterbatasan manusia yang harus ditopang dengan doa dan permohonan kepada Maha Pencipta. Sinergi antara mahasiswa dan fakultas dalam kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam menjaga keseimbangan antara ikhtiar rasional dan ikhtiar spiritual,” ungkapnya.
Kolaborasi LDF dan DEMA FST tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan keagamaan, akademik, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Bagi keluarga besar FST UIN Alauddin Makassar, Shalat Istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk menghadapi kemarau sekaligus momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitar kampus.