Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Perkuat Literasi Digital Warga Makassar
UIN Alauddin Online — Derasnya arus informasi di ruang digital membuat kemampuan masyarakat dalam memilah dan menggunakan informasi semakin penting. Hal tersebut menjadi perhatian Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Literasi Digital dan Informasi Warga”, bertempat di Srikandi DPP APPI, Puri Kanata Kost Lantai 1, Jalan Pelita No. 13, Makassar, Minggu (16/8/2026).
Ketua Panitia, Hartina Sanusi, S.Pt., M.I.Kom., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
“Literasi digital menjadi kebutuhan masyarakat karena perkembangan teknologi dan arus informasi berlangsung sangat cepat. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memahami dan menyaring informasi sebelum menggunakannya,” ujar Hartina.
Ketua Jurusan Jurnalistik, Drs. H. Muh. Nur Latief, M.Pd., sekaligus mewakili Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, membuka kegiatan secara resmi. Ia menekankan pentingnya kemampuan kritis masyarakat dalam menghadapi informasi yang beredar di ruang digital.
“Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu digunakan secara bijak, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Pandu Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Citra Rosalyn Anwar, Kabid PKA DPPPA Kota Makassar Isnaniah Nurdin, dan dosen UIN Alauddin Makassar Andi Fauziah Astrid.
Citra Rosalyn Anwar memberikan penguatan mengenai pentingnya kecakapan masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, literasi digital tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan perangkat atau menggunakan media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan memahami risiko dan tanggung jawab dalam aktivitas digital.
“Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Literasi digital penting agar ruang digital tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan,” ujar Citra.
Sementara itu, Andi Fauziah Astrid menyoroti posisi masyarakat yang kini tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan dalam memproduksi dan menyebarkan informasi di ruang digital.
Menurutnya, kecakapan tersebut perlu dibangun melalui kebiasaan memeriksa sumber, memahami konteks informasi, dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Masyarakat saat ini tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki peran dalam memproduksi dan menyebarkan informasi. Karena itu, setiap informasi yang dibagikan perlu dipastikan kebenaran dan manfaatnya agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” imbuh Andi Fauziah.
Senada dengan itu, Isnaniah Nurdin mendorong peserta untuk lebih kritis dalam mengenali informasi yang kredibel sebelum menerima maupun menyebarkannya melalui media digital.
Ia menilai penguatan literasi digital semakin penting karena masyarakat memiliki peran ganda sebagai penerima sekaligus pembuat dan penyebar informasi.
“Kecakapan digital perlu dibarengi dengan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Isnaniah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara FDK UIN Alauddin Makassar, organisasi masyarakat, dan unsur pemerintah dalam mendorong masyarakat agar semakin cakap menghadapi perkembangan teknologi dan ekosistem informasi digital.