Gambar International Cultural Day, Budaya Jadi Jembatan Mahasiswa Lintas Negara

International Cultural Day, Budaya Jadi Jembatan Mahasiswa Lintas Negara

UIN Alauddin Online – Perbedaan bahasa, tradisi, dan latar belakang negara tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk saling mengenal. Melalui budaya, mereka menemukan ruang perjumpaan, berbagi pengalaman, sekaligus membangun hubungan lintas negara. Semangat inilah yang mewarnai The 3rd International Cultural Day 2026 yang diselenggarakan International Office Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (5/11/2026).

Mengusung tema “Connecting Cultures, Sharing Stories, and Building Bridges for a More Inclusive and Connected World”, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa internasional dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan bersama mahasiswa UIN Alauddin Makassar.


Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag., yang hadir mewakili Rektor, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 tentang penciptaan manusia dalam beragam suku dan bangsa agar saling mengenal (lita'arafu).

“Budaya ini yang kemudian membuat kita makin sadar bahwasanya kita tidak hidup sendiri dan tidak bisa hidup sendiri. Kehidupan kita saling terhubung,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan belajar di lingkungan lintas budaya memberikan nilai tambah bagi mahasiswa internasional, bukan hanya dalam memperluas wawasan, tetapi juga membangun jejaring pertemanan. Ia berharap kegiatan serupa dapat memperkuat hubungan antarmahasiswa internasional dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

Ia juga membuka peluang agar kegiatan semacam ini dapat dikembangkan menjadi agenda kolaboratif yang diselenggarakan secara bergantian oleh perguruan tinggi, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan kekayaan budaya dan destinasi daerah di Sulawesi Selatan.


Sementara itu, Ketua International Office UIN Alauddin Makassar, Dr. Serliah Nur, M.Hum., M.Ed., menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa yang telah berpartisipasi. Menurutnya, penyelenggaraan ketiga International Cultural Day ini menunjukkan perkembangan kegiatan, terutama dari sisi keterlibatan peserta dan kolaborasi lintas kampus.

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya kegiatan masih berfokus pada lingkungan internal UIN Alauddin, tahun ini International Office memperluas keterlibatan dengan mengundang mahasiswa internasional dari perguruan tinggi lain.

Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Bosowa. Mereka membawa latar belakang negara yang beragam, di antaranya Bangladesh, Nigeria, Pakistan, Thailand, Suriah, Sudan, dan Timor Leste.


Kolaborasi juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Bahasa dan Sastra Inggris, serta Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar.

Serliah berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan keberagaman budaya, tetapi menjadi ruang yang membuka peluang interaksi dan kerja sama antarmahasiswa dari berbagai negara.

“Kami berharap dengan kegiatan ini menjadi wadah agar kita dapat mempererat silaturahmi, memperkenalkan keberagaman budaya, serta membangun hubungan dan kolaborasi lintas kampus maupun lintas negara,” ungkapnya.


Rangkaian kegiatan diisi dengan parade budaya, presentasi negara, serta pertukaran pengalaman melalui sajian kuliner dan penampilan seni. Dalam parade budaya tahun ini, mahasiswa memperkenalkan delapan representasi budaya, yakni Indonesia, Yunani, Meksiko, Texas, Belanda, Korea Selatan, Sudan, dan Thailand. Keberagaman tersebut ditampilkan melalui busana dan identitas budaya masing-masing.

Mahasiswa juga berkesempatan mengenal tradisi dan karakter budaya yang berbeda melalui presentasi negara, sajian kuliner, serta penampilan musik dan tarian. Perjumpaan ini menjadi ruang belajar di luar kelas yang memungkinkan mahasiswa membangun komunikasi dan memperluas pemahaman lintas budaya secara langsung.


Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus memperkuat peran International Office dalam membuka ruang interaksi internasional di lingkungan UIN Alauddin Makassar, dengan harapan hubungan yang terbangun dapat berlanjut menjadi kolaborasi dan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa.

Reporter: Nadia Shafira - Mahasiswa Magang Humas UIN Alauddin Makassar

Previous Post Dosen FTK UIN Alauddin Raih Doktor Cum Laude di UNY, Kembangkan Instrumen Kompetensi Digital Guru
Next Post Prodi MPI FTK UIN Alauddin Bekali Mahasiswa Keterampilan Analisis Data dengan SPSS