Gambar FKIK UIN Alauddin Bekali Dosen Metode Pengabdian Masyarakat

FKIK UIN Alauddin Bekali Dosen Metode Pengabdian Masyarakat

UIN Alauddin Online – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Sosialisasi Metode Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Rektorat Lantai 4, pada Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIK dalam meningkatkan pemahaman dosen dan sivitas akademika terkait metode pengabdian masyarakat yang terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni Dr. Ar. St. Aisyah Rahman, ST., MT., IAI, Dr. Isriany Ismail, S.Si., Apt., M.Si, serta Prof. Dr. Andi Susilawaty, S.Si., M.Kes. Materi yang disampaikan mencakup pendekatan pengabdian masyarakat berbasis partisipasi, seperti Community Based Research (CBR), Asset Based Community Development (ABCD), dan Service Learning.

Dalam sambutannya, Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada narasumber, moderator, panitia, serta seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengabdian di lingkungan FKIK tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin, tetapi sebagai bentuk kontribusi keilmuan untuk kemaslahatan umat. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu dirancang secara sistematis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Dekan menekankan sejumlah poin penting dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat, di antaranya keselarasan tema dengan keunggulan program studi, kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya di bidang kesehatan, serta pentingnya pendekatan inklusif yang menjangkau kelompok rentan.

Selain itu, pengabdian masyarakat juga diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, diperkuat melalui kolaborasi lintas profesi (Interprofessional Education/IPE), serta mengandung nilai ekoteologi sebagai bentuk kesadaran menjaga kesehatan manusia yang tidak terlepas dari kelestarian lingkungan.

Ia juga menambahkan bahwa metode CBR, ABCD, dan Service Learning yang diperkenalkan dalam kegiatan ini relevan untuk mendorong sivitas akademika memandang masyarakat sebagai subjek yang memiliki potensi, bukan sekadar objek penerima manfaat.

Dalam perspektif keislaman, pengabdian masyarakat turut berkaitan dengan konsep maqashid syariah, khususnya hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz an-nasl (menjaga keberlanjutan generasi), sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FKIK UIN Alauddin Makassar berharap sosialisasi tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mampu mendorong lahirnya program pengabdian masyarakat yang terarah, kolaboratif, inklusif, dan berdampak nyata.

Previous Post Tingkatkan Kesiapsiagaan, FKIK UIN Alauddin Gelar Workshop BHD
Next Post Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Sabet Juara 2 Nasional di Accounting Smart Challenge 2026