Gambar FKIK dan CDC UIN Alauddin Bekali Calon Lulusan Strategi Karier di Dunia Kesehatan

FKIK dan CDC UIN Alauddin Bekali Calon Lulusan Strategi Karier di Dunia Kesehatan

UIN Alauddin Online— Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) UIN Alauddin Makassar membekali mahasiswa tingkat akhir dan alumni dengan strategi menghadapi seleksi kerja di sektor kesehatan melalui Career Preparation Training bertema “Mastering HR Interview for Healthcare Professionals”, di Ruang Senat FKIK UIN Alauddin, Kamis (5/11/2026).

Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan calon lulusan menghadapi proses rekrutmen, mulai dari tes kompetensi hingga wawancara kerja. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas memperkuat daya saing lulusan di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin kompetitif.

Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., bersama Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Patima, S.Kep., Ns., M.Kep., turut hadir memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi dan kesiapan karier mahasiswa serta alumni.

Dewi Setiawati menegaskan, FKIK memiliki tanggung jawab untuk memastikan mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan kompetensi keilmuan dan profesi, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan serta dinamika dunia kerja.

“Lulusan FKIK tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional di bidang kesehatan. Mereka juga harus memiliki kesiapan menghadapi proses rekrutmen, kemampuan berkomunikasi, serta kepercayaan diri dalam menunjukkan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut Dewi, kolaborasi dengan CDC menjadi langkah strategis untuk mendekatkan mahasiswa dan alumni dengan kebutuhan industri kesehatan sekaligus memperluas peluang pengembangan karier.

Hadir sebagai pemateri, Yunita Nurmalasari, S.Kep., Ns., M.Kep., Manajer Keperawatan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, dan Nur Alam, S.K.M., M.Kes., Kepala Seksi Pengembangan dan Manajemen Kinerja SDM. Kegiatan ini juga melibatkan Ketua CDC UIN Alauddin Makassar, Muh. Irwan, S.Si., M.Si.

Dalam pemaparannya, Yunita Nurmalasari menekankan pentingnya kemampuan mengomunikasikan kompetensi dan pengalaman secara meyakinkan saat menghadapi wawancara kerja, khususnya user interview di lingkungan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, calon tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan keterampilan klinis. Mereka juga perlu memahami kebutuhan institusi tempat melamar serta mampu menjelaskan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki secara terstruktur.

“Peserta perlu mempersiapkan diri dengan baik, termasuk memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh institusi tempat mereka melamar. Pengalaman yang dimiliki harus bisa disampaikan secara jelas dan sistematis,” tandasnya.

Yunita juga memperkenalkan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) sebagai teknik menyusun jawaban wawancara berdasarkan situasi, tugas, tindakan, dan hasil yang dicapai. Materi ini diperkuat melalui simulasi wawancara untuk sejumlah profesi kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, farmasi, hingga kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Nur Alam membekali peserta dengan pemahaman mengenai Tes Intelegensi Umum (TIU), psikotes dasar, serta berbagai bentuk tes seleksi tenaga kesehatan. Ia mengulas contoh soal sekaligus strategi menghadapinya agar peserta lebih siap menghadapi tahapan seleksi kerja.

Selain kemampuan menjawab soal, Nur Alam juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi wawancara HRD. Aspek seperti penampilan profesional, kemampuan memperkenalkan diri, mengenali kelebihan dan kekurangan, menyampaikan motivasi kerja, hingga memahami ekspektasi gaji menjadi bagian yang perlu diperhatikan calon pelamar.

Menurutnya, kesiapan menghadapi rekrutmen perlu dibangun sejak sebelum memasuki dunia kerja. Penguasaan materi seleksi harus berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi dan membangun kesan profesional di hadapan pewawancara.

Melalui pelatihan ini, FKIK dan CDC UIN Alauddin Makassar tidak hanya mendorong mahasiswa dan alumni menguasai kompetensi akademik serta keterampilan profesi, tetapi juga membangun kesiapan mental dan strategi dalam menghadapi persaingan kerja

Previous Post Dosen FTK UIN Alauddin Raih Doktor Cum Laude di UNY, Kembangkan Instrumen Kompetensi Digital Guru
Next Post FST UIN Alauddin Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran, Tendik Praktik Gunakan APAR