Gambar FEBI UIN Alauddin Uji Publik Renstra, Reviewer Soroti Arah Pengembangan dan Orientasi Internasional

FEBI UIN Alauddin Uji Publik Renstra, Reviewer Soroti Arah Pengembangan dan Orientasi Internasional

UIN Alauddin Online — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar memperkuat arah pengembangan institusi melalui Reviu dan Uji Publik Rencana Strategis (Renstra) di Ruang Rapat Dekan Lantai 2, Senin (10/8/2026).

Mengusung tema “Memperkuat Arah Pengembangan Institusi Melalui Renstra yang Terukur, Terlaksana, dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional AFEBIS sekaligus Asesor LAMEMBA, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., APA., serta reviewer Dr. Syamsu Alam, S.E., M.Si., Ak., CA., ACFA. Kegiatan dimoderatori Dr. Samsul, S.A.B., M.A.

Dalam reviu tersebut, Prof. Misnen menyoroti pentingnya memperkuat evaluasi diri fakultas sebagai pijakan dalam menyusun strategi pengembangan. Ia mendorong agar analisis SWOT tidak berhenti pada pemetaan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, tetapi dilengkapi pembobotan serta scoring melalui matriks IFAS dan EFAS.

“Evaluasi diri perlu diperkuat dengan analisis SWOT yang dilengkapi pembobotan dan scoring berbasis matriks IFAS dan EFAS. Dengan begitu, posisi fakultas dalam kuadran strategis dapat terlihat lebih jelas dan arah strategi yang dipilih menjadi lebih terukur,” ujar Prof. Misnen.

Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan milestone dalam blueprint pengembangan fakultas, terutama jika FEBI diarahkan menuju standar berskala internasional. Menurutnya, target pengembangan perlu diterjemahkan ke dalam tahapan yang jelas agar setiap capaian dapat dipantau dan dievaluasi.

“Milestone dalam blueprint perlu diselaraskan dengan arah pengembangan fakultas menuju standar internasional. Target tersebut harus diterjemahkan dalam tahapan yang jelas sehingga perkembangan institusi dapat diukur secara berkala,” katanya.

Aspek efisiensi sumber daya dan infrastruktur turut menjadi perhatian. Salah satu kebutuhan yang disoroti ialah ketersediaan sarana dan prasarana yang mampu mendukung pelaksanaan perkuliahan secara hybrid. Prof. Misnen juga mendorong adanya kaidah atau kebijakan institusional yang disesuaikan dengan nilai-nilai khas FEBI.

Reviewer lainnya, Dr. Syamsu Alam, menekankan bahwa Renstra harus menjadi pijakan bagi seluruh aktivitas fakultas, baik akademik maupun nonakademik. Ia menilai setiap program perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan arah strategis yang telah ditetapkan.

“Seluruh kegiatan akademik dan nonakademik di lingkungan universitas perlu berorientasi pada Renstra. Setiap capaian harus direncanakan, didanai, dikendalikan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegas Syamsu Alam.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat karakter khas FEBI dalam dokumen Renstra. Menurutnya, identitas fakultas harus terlihat dalam arah, misi, sasaran, hingga strategi pengembangan institusi.

“Karakter khas FEBI harus tercermin dalam dokumen Renstra, sehingga arah dan sasaran pengembangan institusi memiliki identitas yang jelas dan membedakannya dari fakultas lain,” ujarnya.

Dari sisi tata kelola, Syamsu Alam mendorong pengelolaan dokumen induk seperti Statuta, Rencana Induk Pengembangan (RIP), Renstra, dan Renop dilakukan secara terintegrasi. Siklus PPEPP juga dinilai perlu diuji melalui perbandingan laporan tahun berjalan dengan capaian tahun sebelumnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah masukan turut mengemuka, antara lain terkait orientasi internasional, diferensiasi misi, serta kebutuhan indikator kinerja yang lebih terukur. Salah satu usulan lainnya ialah agar setiap program studi menyusun Renstra tingkat program studi sebagai turunan strategis, tidak hanya Renop seperti yang selama ini berjalan.

Berbagai masukan tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan dokumen Renstra FEBI UIN Alauddin Makassar. Hasil reviu dan uji publik diharapkan dapat memperjelas arah pengembangan fakultas sekaligus memastikan sasaran dan indikator kinerja dapat diukur, dilaksanakan, serta dipertanggungjawabkan secara berkelanjutan.

Previous Post 45 Hari KKN 79 UIN Alauddin di Letta, 17 Program Dijalankan
Next Post KKN 79 UIN Alauddin Digitalisasi Potensi Rumput Laut Kelurahan Lembang lewat Blue Carbon