Gambar Dekan FDK UIN Alauddin Beri Kuliah Umum di UIN Kendari, Paparkan Strategi Karier Alumni di Era AI

Dekan FDK UIN Alauddin Beri Kuliah Umum di UIN Kendari, Paparkan Strategi Karier Alumni di Era AI

UIN Alauddin Online— Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital menuntut perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan memiliki kompetensi profesional. 

Tantangan tersebut menjadi salah satu perhatian Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag., M.Pd., M.Si., M.M., saat menjadi narasumber Kuliah Umum UIN Kendari Tahun 2026 di Ballroom UIN Kendari, Kamis (29/10/2026).

Kuliah umum bertema “Sinergi Akademik dan Stakeholders: Strategi Penguatan Karier dan Daya Saing Alumni di Era AI dan Transformasi Digital” tersebut menjadi ruang berbagi gagasan mengenai strategi pengembangan karier serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Prof. Rasyid Masri menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan keterampilan komunikasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kecakapan memanfaatkan teknologi. Menurutnya, perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat mengharuskan lulusan terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan profesional.

“Di era kecerdasan buatan dan transformasi digital, perguruan tinggi perlu memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Dunia kerja terus berubah sehingga alumni harus mampu belajar dan mengembangkan diri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kompetensi yang dikembangkan selama proses pendidikan selaras dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk berinovasi dan mengembangkan karier.

“Penguatan daya saing alumni tidak bisa hanya dibebankan kepada perguruan tinggi. Diperlukan sinergi yang kuat antara kampus, dunia usaha, pemerintah, dan para pemangku kepentingan agar kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu menciptakan peluang di tengah perubahan teknologi,” tambahnya.

Menurut Prof. Rasyid Masri, tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup upaya membangun ekosistem yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa hingga memasuki dunia profesional. Karena itu, jejaring kemitraan, pengalaman praktis, dan akses terhadap peluang karier perlu menjadi bagian dari strategi penguatan alumni.

Ia berpandangan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman profesional sekaligus membantu perguruan tinggi memahami perkembangan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan tinggi dapat terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perubahan teknologi dan tuntutan masyarakat.

Melalui kuliah umum tersebut, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya pengembangan kompetensi, penguatan jejaring profesional, dan pemanfaatan teknologi dalam membangun karier. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berinovasi, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Previous Post Dies Natalis ke-61, UIN Alauddin Hadirkan Semarak Kebersamaan Lewat Olahraga dan Aksi Sosial
Next Post Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Praktik Keprotokolan di Primaya Hospital