Dari Kajang hingga Pinisi, KKN UIN Alauddin Dampingi Siswa Mengenal Budaya Bulukumba
UIN Alauddin Online — Pembelajaran tentang budaya tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Selama tiga hari, 24, 26, dan 27 Agustus 2026, siswa SMP Negeri 14 Bulukumba belajar dengan mengunjungi langsung sejumlah destinasi budaya dan lingkungan masyarakat di Kabupaten Bulukumba. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Angkatan ke-79 UIN Alauddin Makassar Posko 2 Kelurahan Jawi-Jawi turut terlibat mendampingi para siswa.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas VII hingga IX ini menjadi bagian dari aktivitas edukatif sekolah untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Mahasiswa KKN membantu mengarahkan peserta dan mendampingi siswa selama berada di lokasi kunjungan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Senin (24/8/2026), ketika siswa kelas VII mengunjungi Pesanggrahan dan Bola Kambarae. Pendampingan mahasiswa KKN dilakukan sepanjang kegiatan untuk membantu memastikan kunjungan berlangsung tertib dan siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.
Dua hari berselang, Rabu (26/8/2026), giliran siswa kelas VIII yang mengunjungi Kawasan Adat Ammatoa Kajang. Di kawasan tersebut, siswa berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat adat secara langsung, termasuk tradisi dan nilai-nilai budaya yang masih dipertahankan hingga kini.
Mahasiswa KKN kembali mendampingi siswa selama kunjungan berlangsung, baik dalam mengarahkan peserta maupun mengikuti rangkaian kegiatan di lokasi.
Rangkaian pembelajaran kemudian ditutup pada Kamis (27/8/2026) melalui kunjungan siswa kelas IX ke Bonto Bahari. Di kawasan ini, siswa melihat secara langsung aktivitas pembuatan kapal pinisi, warisan budaya maritim yang lekat dengan identitas Kabupaten Bulukumba.
Kunjungan tersebut tidak berhenti pada pengenalan bentuk kapal. Para siswa juga memperoleh penjelasan mengenai pengetahuan dan tahapan yang menyertai proses pembuatannya, termasuk ritual yang secara tradisional dilakukan oleh masyarakat pembuat pinisi.
Dalam penjelasan kepada siswa, disebutkan terdapat empat tahapan ritual dalam pembuatan kapal pinisi, yakni anna'bang kalabiseang, annatta, a'songkobala, dan anyorong lopi. Seiring perkembangan zaman dan berkurangnya ketersediaan material, ritual anna'bang kalabiseang disebut mulai jarang dilakukan karena material lunas, bagian dasar tengah perahu, tidak lagi diambil dari Sulawesi Selatan, melainkan didatangkan dari Sulawesi Tenggara.
Pengalaman tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat bahwa pembuatan pinisi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pengetahuan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi mahasiswa KKN Angkatan ke-79 UIN Alauddin Makassar, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mereka dalam mendukung proses pembelajaran di luar kelas. Kehadiran mahasiswa juga turut membantu siswa mengikuti kunjungan secara lebih terarah di setiap lokasi.
Selama tiga hari, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga berhadapan langsung dengan masyarakat, tradisi, dan keterampilan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Bulukumba.
Rangkaian kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus menumbuhkan rasa mengenal dan bangga terhadap budaya serta potensi daerah yang berada di sekitar mereka.