facebook

twitter

email
Bahasa :
Jumat, 06 Desember 2019


Sabtu, 16 November 2019 | Muh. Aswan


UIN Online - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar menggandeng Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, menggelar Workshop “Hoax Busting and Digital Hygiene” untuk mahasiswa dan akademisi.  Kegiatan tersebut berlangsung di Lecture Teater FDK pada Jumat, 1 November 2019.

Awalnya, peserta hanya ditarget 50 orang, namun antusias mahasiswa sangat besar sehingga panitia tetap membuka ruang. Kini, terjaring lebih 100 peserta yang mendaftarkan diri.

Tujuannya, mahasiswa akademisi maupun masyarakat umum bisa memahami teknik untuk mendeteksi informasi palsu, hoaks atau mis informasi. Di samping itu, juga untuk pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman.

Workshop yang dibuka Dekan FDK UIN Alauddin, Firdaus Muhammad menghadirkan dua trainer yang sudah tersertifikasi Google dari AJI Makassar. Yakni: M Yunus dan Nurdin Amir.

Sebenarnya, program ini merupakan bagian dari Google News Initiative Network yang digelar oleh AJI Indonesia di Makassar, 1 hingga 3 November.

Kemudian, pada 2 hingga 3 November dilanjut dengan training bagi puluhan jurnalis di Makassar, untuk mendeteksi isu-isu hoaks yang marak tersebar di dunia maya. Kegiatan digelar di Hotel Amaris Pettarani.

Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir,
menjelaskan, tingginya tingkat penetrasi internet di Indonesia, menyebabkan distribusi informasi begitu cepat, baik melalui blog, website media hingga sosial media.

Persoalannya kemudian, kata dia, masyarakat lebih meyakini dunia internet, ataupun medsos sebagai sumber informasi selain media mainstream. Ironisnya, kondisi itu juga menimbulkan penyebaran informasi palsu atau hoaks (disinformasi).

“Saat ini, berbagai jenis informasi hoaks juga muncul dalam beragam bentuk, baik teks, foto maupun video yang bertujuan mengelabui publik. Biasanya sekedar lelucon, atau bahkan untuk kepentingan politik dan ekonomi,” sebut Nurdin.

Menurutnya, akibat dinamika itu tak sedikit publik yang terjebak dalam situasi karena mempercayai informasi palsu ini, karena seolah-olah memang benar. Parahnya, terkadang media pun ikut mendistribusikan informasi tersebut melalui pemberitaan. Sehingga, sangat jelas melakukan mis-informasi yang disampaikan ke masyarakat luas.

Kondisi itu sebutnya, kini semakin memprihatinkan akibat rendahnya skill dan minimnya pemahaman tentang bentuk kejahatan informasi publik tersebut, dengan segala kepentingan pihak penyebar isu hoaks.

“AJI Makassar ingin ikut berkontribusi, guna memproteksi masyarakat dari paparan berita palsu di internet. Selain itu, juga untuk mencegah kejahatan digital dunia maya. Sehingga, kami mencoba mengedukasi mahasiswa, akademisi serta membekali jurnalis, dengan tehnik mendeteksi informasi hoaks,” jelasnya. 

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]