facebook

twitter

email
Bahasa :
Selasa, 15 Oktober 2019


Rabu, 09 Oktober 2019 | Asrullah


UIN Online - Ulasan ilmiah yang berlangsung di ruang Menteng Hotel Mercure Batavia Jakarta (1-4 Oktober 2019) dengan Islam, Marketing and Consumption sebagai sub tema, disajikan oleh panel kolaborasi dari tiga institusi, yaitu UIN Alauddin - UIN Sunan Gunung Djati - STAIN Sorong pada even bergengsi Annual International Conference on Islamic Studies-AICIS 2019. Dalam perhelatan akbar tahunan para ilmuwan dikalangan akademisi Perguruan Tinggi Islam kali ini, disemarakkan oleh delegasi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang bergengsi dan kompetitif yang ditandai dengan banyaknya submitter dari para akademisi dan researcher dari dalam dan luar negeri. 

Diskusi ilmiah tentang Produktivitas broiler yang mengalami penurunan sejak penerbitan kebijakan pelarangan penggunaan Antibiotics Growth Promoters (AGP) sebagai pemacu pertumbuhan yang diamanatkan oleh UU No. 41 tahun 2014 Jo. UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Produksi Broiler yang selama ini sangat tergantung pada penggunaan AGP, yang bertujuan untuk meningkatkan immunitas ternak sekaligus sebagai pemicu pertumbuhan broiler. Di sisi lain, mendatangkan dampak negatif terhadap manusia yang sangat berbahaya, yaitu residu antibiotik dalam daging broiler akan menurunkan resistensi manusia yang mengkonsumsinya terhadap beberapa jenis antibiotik bahkan antibiotik yang dipersiapkan untuk menangani kasus bakteri multi-resisten.  Kini antibiotik diggunakan hanya sebagai terapeutik.

Berdasarkan berbagai hasil penelitian, Peran AGP dalam industri broiler dapat disubtitusi dengan penambahan feed additive lainnya seperti probotik sebagaimana yang diulas oleh Anggita hafsari, Dosen Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, enzim dan herbal sebagaihalnya paparan Dr. Hafsan, dan Khaerani kiramang, M.P. secara berturut-turut, serta implementasi manajemen ternak termasuk penerapan biosekuriti yang terstandarisasi seperti yang diterangkan oleh drh. Aminah Hajah thaha yang dipandu oleh Dr. Rusdi Rasyid, M.Ag dalam diskusi panel bertema Peternakan Broiler Non-AGP sebagai Konsepsi Islami dalam Strategi Menuju Produksi Pangan yang “ASUH”

Upaya konkrit untuk menjaga ketersediaan broiler sebagai sumber protein hewani yang Aman, sehat, utuh dan Halal (ASUH) serta memiliki pangsa pasar yang luas merupakan konteks yang sejalan dengan konsepsi keamanan pangan dalam islam, yaitu keamanan pangan dari segi normatif Islam (halal) dan keamanan pangan dari segi kesehatan (toyyib). “Dua hal ini sengaja dibedakan karena pada kenyataan ditemukan bahwa aman dari segi normatif agama belum tentu aman secara kesehatan dan begitu sebaliknya aman secara kesehatan belum tentu pula aman menurut Islam”, demikian papar chair panel yang merupakan Wakil ketua STAIN Sorong tersebut mengantarkan makalah-makalah yang disampaikan oleh keempat panelis yang dipandunya.

 

Merespon keamanan pangan yang selama ini menjadi kegelisahan seluruh lapisan masyarakat,  pendekatan interdisipliner perlu ditempuh, dengan pertimbangan bahwa dalam melihat problem sosial, agama (termasuk fiqh) tidak boleh melepaskan diri dari disiplin ilmu yang lain, seperti kesehatan, gizi, kimia dan lain-lain; dan di sisi lain agama harus bisa memecahkan masalah dan menjawab problem riil di masyarakat dengan arif dan kontekstual. dalam wawancara terkait materi pokok panel oleh panitia penyelenggara, Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd. menyampaikan “Sumber pangan yang ASUH menjadi salah satu pemenuhan pencapaian pokok-pokok maqasid al-Syari’ah atau tujuan umum ditetapkan hukum Islam yakni untuk merealisasikan kemaslahatan umum, memberikan kemanfaatan dan menghindarkan kemafsadatan (kerusakan) bagi manusia”. 

Pada AICIS kali ini terpilih 5 selected panel dan 4 invited panel dari UIN Alauddin Makassar. Mereka adalah : 1) Siti Aisyah; 2)Wahyuddin Halim; 3)Arifudin Ahmad; 4) Zulfahmi; 5) Wasilah; 6) Hafsan 7) Cut Muthiadin 8) Rika Dwi Ayu Parmitasari 9) Isriany Ismail

PANEL KOLABORASI DALAM AICIS 2019 ULAS PETERNAKAN BROILER NON-AGP SEBAGAI KONSEPSI ISLAMI DALAM STRATEGI MENUJU PRODUKSI PANGAN YANG “ASUH”
Ulasan ilmiah yang berlangsung di ruang Menteng Hotel Mercure Batavia Jakarta (1-4 Oktober 2019) dengan Islam, Marketing and Consumption sebagai sub tema, disajikan oleh panel kolaborasi dari tiga institusi, yaitu UIN Alauddin - UIN Sunan Gunung Djati - STAIN Sorong pada even bergengsi Annual International Conference on Islamic Studies-AICIS 2019. Dalam perhelatan akbar tahunan para ilmuwan dikalangan akademisi Perguruan Tinggi Islam kali ini, disemarakkan oleh delegasi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang bergengsi dan kompetitif yang ditandai dengan banyaknya submitter dari para akademisi dan researcher dari dalam dan luar negeri.
Diskusi ilmiah tentang Produktivitas broiler yang mengalami penurunan sejak penerbitan kebijakan pelarangan penggunaan Antibiotics Growth Promoters (AGP) sebagai pemacu pertumbuhan yang diamanatkan oleh UU No. 41 tahun 2014 Jo. UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Produksi Broiler yang selama ini sangat tergantung pada penggunaan AGP, yang bertujuan untuk meningkatkan immunitas ternak sekaligus sebagai pemicu pertumbuhan broiler. Di sisi lain, mendatangkan dampak negatif terhadap manusia yang sangat berbahaya, yaitu residu antibiotik dalam daging broiler akan menurunkan resistensi manusia yang mengkonsumsinya terhadap beberapa jenis antibiotik bahkan antibiotik yang dipersiapkan untuk menangani kasus bakteri multi-resisten.  Kini antibiotik diggunakan hanya sebagai terapeutik. 
Berdasarkan berbagai hasil penelitian, Peran AGP dalam industri broiler dapat disubtitusi dengan penambahan feed additive lainnya seperti probotik sebagaimana yang diulas oleh Anggita hafsari, Dosen Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, enzim dan herbal sebagaihalnya paparan Dr. Hafsan, dan Khaerani kiramang, M.P. secara berturut-turut, serta implementasi manajemen ternak termasuk penerapan biosekuriti yang terstandarisasi seperti yang diterangkan oleh drh. Aminah Hajah thaha yang dipandu oleh Dr. Rusdi Rasyid, M.Ag dalam diskusi panel bertema Peternakan Broiler Non-AGP sebagai Konsepsi Islami dalam Strategi Menuju Produksi Pangan yang “ASUH”
Upaya konkrit untuk menjaga ketersediaan broiler sebagai sumber protein hewani yang Aman, sehat, utuh dan Halal (ASUH) serta memiliki pangsa pasar yang luas merupakan konteks yang sejalan dengan konsepsi keamanan pangan dalam islam, yaitu keamanan pangan dari segi normatif Islam (halal) dan keamanan pangan dari segi kesehatan (toyyib). “Dua hal ini sengaja dibedakan karena pada kenyataan ditemukan bahwa aman dari segi normatif agama belum tentu aman secara kesehatan dan begitu sebaliknya aman secara kesehatan belum tentu pula aman menurut Islam”, demikian papar chair panel yang merupakan Wakil ketua STAIN Sorong tersebut mengantarkan makalah-makalah yang disampaikan oleh keempat panelis yang dipandunya. 
Merespon keamanan pangan yang selama ini menjadi kegelisahan seluruh lapisan masyarakat,  pendekatan interdisipliner perlu ditempuh, dengan pertimbangan bahwa dalam melihat problem sosial, agama (termasuk fiqh) tidak boleh melepaskan diri dari disiplin ilmu yang lain, seperti kesehatan, gizi, kimia dan lain-lain; dan di sisi lain agama harus bisa memecahkan masalah dan menjawab problem riil di masyarakat dengan arif dan kontekstual. dalam wawancara terkait materi pokok panel oleh panitia penyelenggara, Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd. menyampaikan “Sumber pangan yang ASUH menjadi salah satu pemenuhan pencapaian pokok-pokok maqasid al-Syari’ah atau tujuan umum ditetapkan hukum Islam yakni untuk merealisasikan kemaslahatan umum, memberikan kemanfaatan dan menghindarkan kemafsadatan (kerusakan) bagi manusia”. (HF)
Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]