facebook

twitter

email
Bahasa :
Jumat, 22 Februari 2019


Kamis, 24 Januari 2019 | Asrullah


UIN Online - Mahad Al-Jamiah UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Nasional bertajuk Agama, Politik dan Strategi Nasional, Menemukan kembali spirit kebangsaan kita : Pancasila dalam Bingkai Agama di Lantai 4 Gedung Rektorat, Kampus II UIN Alauddin Makassar. Selasa (22/01/2019).
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pengkajian Materi BPIP RI Dr. Moh Sabri Ar, M.A dan Staff kusus Dewan Pengarah BPIP RI Antonius Benny Susetyo.
Dalam pemaparannya, Antonius Benny Susetyo mengungkapkan bahwa tantangan idiologi kita semakin hari semakin sulit untuk diprediksi. Hal itu dikarenakan anak anak muda milineal kerap kali berpikir pragmatisme dan tidak memahami apa yang menjadi realitas idiologi bangsa Indonesia.
Olehnya itu, ia mengatakan bahwa untuk mengembalikan idiologi Pancasila di arus teknologi. Maka perlu di bentuk lembaga kajian.
Perguruan Tinggi harus menjadi pusat pengkajian. Bagaimana Pancasila menjadi alternatif Kemajuan Konsep demokrasi, ekonomi dan kebudayaan, ungkapnya.
Lanjut ia juga mengatakan bahwa Pancasila yang di gali Soekarno adalah dari kultur budaya masyarakat Indonesia.
Pancasila itu yang di gali Soekarno adalah puncak kebudayaan lokal, spiritualnya adalah kebersamaan persaudaraan gotong royong kerjasama, bergotong royong, jelasnya.
Menurutnya, idiologi Pancasila harus menjadi arus Kebijakan, yang harus di aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
inilah yang luput dari debat kemarin, seharusnya bagaimana idiologi Pancasila mampu menyelesaikan kasus HAM terorisme korupsi, ujarnya.
Sementara Dr Mohd Sabri AR mengeritik pemahaman ide ketuhanan yang maha esa dalam sila pertama pancasila. Ia menilai, ini tidak berbasis pada ideologi, lantaran negara membatasi makna sila pertama pancasila hanya dalam lima agama. Yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. 
Menurut lelaki kelahiran Makassar ini, negara tidak boleh mengabaikan agama agama etnik nusantara yang jumlahnya tidak lebih dari 900 agama. Menurut Dr Mohd Sabri Ar, agama etnik nusantara  tumbuh secara historis endemik jauh sebelum NKRI ini berdiri, dan disanalah spirit kebangsaan, kebersamaan dan kebhinekaan.
Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]