facebook

twitter

email
Bahasa :
Sabtu, 15 Desember 2018


Sabtu, 01 Desember 2018 | Asrullah


UIN Online- Pusat Kajian Islam dan Teknologi (Pukistek) UIN Alauddin Makassar dan Pusat pengkajian islam demokrasi dan perdamaian (Puspidep)  Yogyakarta, sosialisasikan hasil Penelitian Nasional, di Hotel Singgasana Makassar, Sabtu (24/11/2018).
Dengan mengangkat tema Ulama, Politik , dan Narasi Kebangsaan: Fragmentasi dan Kontestasi Otoritas Keagamaan di Indonesia menghadirkan para peneliti yg berasal dari Pusat Pengkajian Islam, Demokrasi dan Perdamaian UIN Sunan Kalijaga (Usuka) Yogyakarta, diantaranya Muhrisun Afandi PhD, Nina Mariani PhD, Roma Ulinnuha PhD  Dr. Yunus Masrukhin serta penanggap  Prof Kadir Ahmad MS., dan Wahyudin Halim, Ph.D. 
Ketua Pukistek Wahyuddin Halim dalam sambuatnnya mengatakan tujuan sosialisasi untuk menyampaikan dan mendiskusikan temuan-temuan penting di lapangan terkait persepsi ulama mengenai negara-bangsa beberapa wilayah di Makassar, Medan dan Ambon.
Saya kira banyak hal yang bisa kita pelajari nanti bukan hanya subtansi dari penelitian ini, ucapnya.
Salah satu peneliti Pasca Puspidep UIN Usuka Muhrisun, Ph.D memaparkan hasil penelitiannya tentang Narasi Islamisme secara historis di Sulawesi Selatan sudah sejak lama berkembang, Makassar dikenal dalam sejarah sebagai  salah satu pusat gerakan Islam garis keras di Indonesia sejak masa orde lama dengan 
munculnya gerakan DI Kahar Mudzakkar (DI-TII). Beberapa kasus radikalisme agama yang terjadi di Makassar sendiri menunjukkan bahwa berkembangnya tradisi Islamisme di wilayah ini bukan semata-mata karena pengaruh gerakan serupa pada level nasional,  namun lebih merupakan ekspresi dinamika Islamisme pada tingkat lokal.
Sementara itu hasil studi BNPT di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa budaya ekstremisme maupun terorisme tidak secara serius berkembang di Makassar, hal ini sebenarnya terkonfirmasi oleh hasil survey kuantitatif penelitian ini, dimana dari seluruh 
sampel ulama Makassar 30 0rang yang berpartisipasi dalam survey penelitian ini  70 persen atau 20 orang di antaranya berada pada spektrum progresif, inklusif dan moderat. 
Salah seorang penanggap yang berasal dari Balai litbang Makassar Prof. Kadir Ahmad menuturkan bahwa di Sulawesi Selatan khususnya Suku Bugis Anregurutta dipercaya sebagai figur utama, pengakuan yang diberikan oleh masyarakat atas ketinggian ilmu, pengabdian dan jasanya dalam dakwah keislaman. 
Ulama terdahulu sangat berpengaruh dalam menentukan persepsi umat tentang negara di sulawesi selatan, pungkasnya.
Kegiatan dimulai dari pukul 09.00 hingga 13.00 WITA dihadiri oleh ratusan peserta yang telah melalui tahap penyeleksian oleh panitia, peserta terbagi ke dalam berbagai elemen, seperti mahasiswa, aktivis, LSM, unsur pemerintah, Dosen, serta para peneliti.

 

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Hafsan
16 Oktober 2018

Tenaga pendidik dan peneliti pada Jurusan ... Selengkapnya



oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]