facebook

twitter

email
Bahasa :
Selasa, 16 Oktober 2018


Kamis, 11 Oktober 2018 | Andriani


UIN Online – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar Abd Rasyid Masri resmi menjadi guru besar. Ia menerima Surat Keputusan (SK) dengan predikat SK terbit tercepat se-UIN Alauddin Makassar.
SK tersebut diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) pada tanggal 1 September 2018. Namun, telah diterima sejak 5 Oktober 2018. Maka secara administratif, akademisi kelahiran 27 Agustus 1969 itu resmi menyandang gelar profesor.
Rasyid mengatakan SK yang diterima terbit hanya dalam kurun waktu lima bulan.
SK yang diberikan kepada saya berlaku sejak 1 september 2018, kemudian penandatanganan pada 18 september 2018, dan barulah pada 5 oktober 2018 saya ke kantor Kementerian Ristekdikti untuk menerima SK ini, bebernya. Senin (8/10/2018)
Rasyid berharap, dengan status guru besar atau profesor itu, dirinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya sivitas akademika Uin Alauddin dalam mengembangkan keilmuan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan ilmu yang saya peroleh ini semoga selalu menginspirasi orang lain, bisa terus berkarya, dan yang terpenting bagaimana saya mengabdikan ilmu yg dimiliki agar menjadi teladan bagi banyak orang, tandas Rasyid Masri.
Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
08 Oktober 2016

Oleh : Nursyam Aksa, S.T, M.Si.
Teknik PWK UIN Aauddin Makassar


Dari banyak literatur tentang sejarah ... Selengkapnya



07 September 2016

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI (TIK)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Selengkapnya



Artikel Sebelumnya

oleh: Nur Fadhilah Bahar
28 Desember 2016

Hasrullah, Mahasiswa Polyglot UIN Alauddin

Peraih ... Selengkapnya



oleh: Muh Quraisy Mathar
09 November 2016

Alih media merupakan sesuatu yang jamak dalam peradaban manusia. Tradisi menggurat ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]