facebook

twitter

email
Kamis 23 Mei 2013


Jumat, 29 Juni 2012 | Suryani Musi


UIN Online - Karakter bangsa sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berhenti menjadi topik pembicaraan. Tak terkecuali untuk Fakultas Tarbiah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang mengadakan seminar Internasional dengan menggandeng Faculty Ilmu Pendidikan Universitas Kebangsaan Malaysia, Kamis (28/062012).

Seminar tersebut dihelat di gedung Rektorat lantai IV dengan mendatangkan, Prof Dr Maemun Aqsa PhD. Seminar yang bertema Pendidikan Karakter ini dihadiri peserta dari kalangan dosen, pelajar S1, S2, dan S3 dari Indonesia dan Malaysia.

Dalam sambutannya, Dekan FTK, Dr Salehuddin M Ag menyatakan, dulunya Indonesia masih dikenal sebagai bangsa yang santun dengan perilaku yang agung. Namun, seiring perkembangan waktu telah berubah menjadi bangsa yang pemarah. Tidak hanya melanda Indonesia, melainkan telah menggelobal.

“Semua negara sedang mencari metode yang tepat untuk kembali menemukan karakter bangsanya. Bangsa di dunia ini sudah mencari jalan untuk demi mencegah kerisauan yang merata. Olehnya itu Fakultas Tarbiah menyambut baik kegiatan ini, dengan harapan berujung dengan adanya elaborasi yang bisa diterapkan pada pemuda agar mampu bersaing di masa depan,” kata mantan PR III ini.

Sementara dari pandangan Pembantu Bidang Akademik, Prof Muh M Sewang,  gejala paradoks yang sedang menimpa Indonesia. Ia menilik gejala paradoks itu dari segi agama yang berbanding terbalik dengan kenyataan yang sesungguhnya.

“Indonesia masuk kategori terkorup nomor 2 setelah Kamboja di Pasifik kategori 2012. Dan nomor 2 di dunia penyebar pornografi setelah Rusia. Meski da’i kian bertambah, ulama kian banyak, namun kenyataannya justru berbanding terbalik. Itu merupakan tanda-tanda kiamat,” imbuhnya lagi.

Permasalahan itu kemudian dicarikan solusi lewat materi yang dibahas Prof Dr Maimun Aqhsa PhD yang berjudul Pendidikan Karakter dan Kurikulum Pendidikan Islam Bersepadu dalam Kurikulum Program S-Qaf di Malaysia.

Prof Maimun memberikan contoh penerapan pendidikan karakter yang digunakan oleh Malaysia. Pendidikan karakter itu telah dimulai sejak tingkatan Sekolah dasar (SD). Karena pada tingkatan ini anak-anak sudah menghadapai problem keluarga, lingkungan, dan media. Pembelajaran J Qaf merupakan pembelajaran yang menekankan Jawi, Qur’an, dan Fardu Ain.


Pada seminar yang berlangsung selama sehari penuh itu, tidak kurang 30 makalah prosiding yang ditampilkan oleh para pemateri dari Malaysia dan Indonesia. Mereka dikelompokkan menurut bidang ilmu, psikologi, sains dan komunikasi-budaya.


Diakhir seminar internasional, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar sepakat menandatangani kerjasama dengan Fakulti Pendidikan Universitas Kebangsaan Malaysia dalam rangka menjalin kerjasama akademik yang lebih erat.

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Menu apa yang paling anda manfaatkan dalam website ini?

Berita Kampus
Agenda Kampus
Pengumuman Kampus
Menu Fakultas
Informasi Pendaftaran

Lihat Hasil Poling
04 Januari 2013

oleh: Nadya


Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berhubungan erat dan merupakan bahasa kita sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat ... Selengkapnya



17 Desember 2012
Oleh : Mashuri Masri

DNA yang dalam bahasa sains dikenal dengan nama deoksiribo nukleic acid, karena struktur dan sifat yang melekat pada struktur tersebut. Sebagian ... Selengkapnya

Artikel Sebelumnya

oleh: Inayah Natsir (Mahasiswi PAI angk. 2011)
12 Mei 2013

Mahasiswa adalah kader penerus bangsa yang terpandang dalam kecakapan berpikir ... Selengkapnya



oleh: ushuluddinalmandary[at]yahoo.com
17 Desember 2012
Dunia kampus memang sebuah ladang yang sangat kompleks, kekompleksannya itu dapat ... Selengkapnya

kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]
  1. STATISTIK
PENGUNJUNG ONLINE


TOTAL PENGUNJUNG
2689943 pengunjung