facebook

twitter

email
Bahasa :
Kamis, 30 Oktober 2014


Kamis, 22 Maret 2012 | Ahmad Alwy Baharuddin


Dari kiri-kanan. Widya, Prof Qadir Gassing HT MS, Agus Raharjo dan Prof Dr Ahmad M Sewang MA pada launching Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II Samata Gowa, Kamis (22/03/2012).

UIN Online - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin melaunching Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II Samata Gowa, Kamis (22/03/2012).

Kegiatan peluncuran LPSE ini digelar bersamaan dengan launching 251 buku UIN Alauddin yang dicatat dalam Rekor MuRI.

Turut hadir dalam launching ini Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Raharjo. Dalam sambutannya Agus mengungkapkan bahwa LPSE ini merupakan suatu usaha pemerintah dalam memperbaiki sistemnya dalam hal pengadaan atau belanja negara.

Agus Raharjo mengungkapkan bahwa Layanan Pengadaan Secara Elektornik ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyelewengan yang sering terjadi, seperti dalam kasus Gayus Tambunan, Nazaruddin, Wisma Atlet, dan berbagai kasus penyelewengan lainnya.

Agus menambahkan bahwa sistem online memiliki banyak manfaat seperti potensi untuk dihalangi secara fisik itu tidak ada, serta adanya keterbukaan kepada pengusaha-pengusaha. "Jadi semuanya terbuka, potensi untuk gangguan fisik juga berkurang," ungkapnya.

Rektor UIN Alauddin, Prof Dr HA Qadir Gassing HT MS mengungkapkan bahwa keberadaan UIN Alauddin sebagai "Universitas Negeri" mengharuskan untuk membuat LPSE karena mendapat dana dari APBN.

"Jadi dalam pengadaan barang dan jasa, semuanya itu harus dilakukan lewat online, tidak lagi dengan tawar menawar," ujarnya.

Rektor menambahkan bahwa hal ini memiliki banyak manfaat seperti mencegah hal-hal yang mengarah kepada negatif dan menjadi pertanggung jawaban kepada pemerintah dan masyarakat secara terbuka.

"Jadi ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah untuk keluar dari carut-marut berbagai persoalan korupsi, apalagi kami sangat berharap UIN Alauddin masuk dalam WBK (Wilayah Bebas Korupsi)," ujarnya.

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
04 Januari 2013

oleh: Nadya

Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berhubungan erat dan merupakan bahasa kita sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat dan sakit ... Selengkapnya



17 Desember 2012
Oleh : Mashuri Masri DNA yang dalam bahasa sains dikenal dengan nama deoksiribo nukleic acid, karena struktur dan sifat yang melekat pada struktur tersebut. Sebagian dari kita ... Selengkapnya

Artikel Sebelumnya

oleh: Hamdan eSA (IKA UIN Alauddin)
05 Mei 2014

Memasuki masa kampanye menjelang pemilihan umum legislatif 9 april 2014 lalu, dunia ... Selengkapnya



oleh: Nurul Wardani Yahya, S.Hi. (Wisudawan terbaik pertama UIN Alauddin Makassar Wisuda Ke-67)
15 Januari 2014

Hari ini saya ke kampus----setelah sekian lama ‘bertelur’ di rumah----untuk ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]
  1. STATISTIK
PENGUNJUNG ONLINE


TOTAL PENGUNJUNG
5344684 pengunjung