facebook

twitter

email
Bahasa :
Selasa, 02 September 2014


Selasa, 08 November 2011 | Ahmad Alwy Baharuddin


Pemotongan hewan kurban usai lebaran di Kampus II SAmata, Gowa. Tahun ini keluarga besar UIN Alauddin memotong 11 ekor sapi.

UIN Online - Cita-cita kehidupan kita semata-mata untuk menjadi hamba-hamba yang dekat kepada Allah SWT. Sebab kalau prinsip hidup kita adalah "yang penting dekat kepada-Nya," maka yakin dan percayalah, kita akan menjadi orang paling bahagia.

Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr Hasyim Aidid MA saat menjadi khatib pada pelaksanaan shalat Idul Adha di Kampus II Samata Gowa, Ahad (06/11/2011).

Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin ini mengungkapkan bahwa ibadah yang paling baik untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt adalah ibadah Qurban. "Qurban" dalam bahasa Arab memiliki asal kata  Qarraba-Yuqarribu yang artinya "mendekatkan".

Hakikatnya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Mendekatkan diri kepada Allah tentu dengan bersih diri lahir bathin, dan berkepribadian yang teguh," ujarnya.

Prof Hasyim mengajak seluruh jamaah untuk mempergunakan kesempatan yang baik ini untuk mendekatkan diri kepada Allah.

"Marilah kita gunakan kesempatan yang baik ini bagi orang-orang yang mampu,  agar melaksanakan amal Qurban ini. Kerelaan berqurban yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim hendaklah kita terapkan pada semua aspek kehidupan kita," ungkapnya.

Di samping itu, Prof Hasyim juga mengajak untu berani mengorbankan kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan suku, golongan dan organisasi untuk kepentingan agama, masyarakat umum dan negara.

"Tanpa adanya kesediaan berqurban, maka janganlah diharapkan datangnya kejayaan dan kebahagiaan, berkembangnya syi'ar agama bahkan jangan pula diharapkan datangnya suatu keadaan masyarakat yang adil dan makmur yang penuh ampunan Allah," pungkasnya.

Marilah segera kita akhiri praktek-praktek hidup yang tidak sesuai tuntunan agama Allah, seperti egoisme, gila kedudukan dan harta sehingga cara tidak legal, tidak terpuji pun ditempuh,  korupsi, dan perbuatan laknat lainnya.

Sebaliknya, lanjut Prof Hasyim, marilah kita tingkatkan amal-amal kebajikan, kerelaan berqurban untuk kepentingan masyarakat luas sebagai bukti semakin meningkatnya iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. (*)

Kotak Komentar


[ Kembali ]

Saat memanfaatkan fasilitas internet kampus anda lebih banyak menggunakannya sebagai sarana:

Pembelajaran
Informasi Kampus
Pertemanan (Situs Jejaring)
Saya Belum Mencobanya

Lihat Hasil Poling
04 Januari 2013

oleh: Nadya

Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berhubungan erat dan merupakan bahasa kita sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat dan sakit ... Selengkapnya



17 Desember 2012
Oleh : Mashuri Masri DNA yang dalam bahasa sains dikenal dengan nama deoksiribo nukleic acid, karena struktur dan sifat yang melekat pada struktur tersebut. Sebagian dari kita ... Selengkapnya

Artikel Sebelumnya

oleh: Hamdan eSA (IKA UIN Alauddin)
05 Mei 2014

Memasuki masa kampanye menjelang pemilihan umum legislatif 9 april 2014 lalu, dunia ... Selengkapnya



oleh: Nurul Wardani Yahya, S.Hi. (Wisudawan terbaik pertama UIN Alauddin Makassar Wisuda Ke-67)
15 Januari 2014

Hari ini saya ke kampus----setelah sekian lama ‘bertelur’ di rumah----untuk ... Selengkapnya



kirimkan Opini anda
ke [opini(at)uin-alauddin.ac.id]
  1. STATISTIK
PENGUNJUNG ONLINE


TOTAL PENGUNJUNG
5120677 pengunjung